Connect with us

OASE

Surah Al-Lahab: Peringatan Keras bagi Musuh Islam dan Pembawa Fitnah

Aktualitas.id -

Surah Al-Lahab, Foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Surah Al-Lahab merupakan salah satu surah pendek dalam Al-Qur’an yang sangat populer dan sering dibaca dalam salat. Meski hanya terdiri dari lima ayat, surah ke-111 ini memuat pelajaran yang sangat dalam mengenai akidah, akhlak, dan sejarah perjuangan dakwah Islam.

Tergolong sebagai surah Makkiyah, nama “Al-Lahab” diambil dari ayat ketiga yang berarti gejolak api. Surah ini secara spesifik mengabadikan kisah paman Nabi Muhammad SAW, Abu Lahab, dan istrinya yang menentang keras dakwah Islam. Lantas, apa saja isi kandungan, bacaan, dan sejarah di balik turunnya surah ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Bacaan Surah Al-Lahab dan Terjemahannya

Sebelum memahami maknanya, berikut adalah bacaan Surah Al-Lahab dalam tulisan Arab, Latin, beserta artinya:

تَبَّتْ يَدَاِ أَبِيْ لَهَبٍ وَتَبَّ
Tabbat yadā abī lahabiw wa tabb
(Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia.)

مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ
Mā agnā ‘an-hu māluhụ wa mā kasab
(Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.)

سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ
Sayaṣlā nāran żāta lahab
(Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak/neraka.)

وَامْرَأَتُهُ حَمَّلَةَ الْحَطَبِ
Wamra`atuhụ ḥammālatal-ḥaṭab
((Begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar/penyebar fitnah.)

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ
Fī jīdihā ḥablum mim masad
(Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.)

    Isi Kandungan Surah Al-Lahab

    Melansir dari berbagai tafsir, Surah Al-Lahab mengandung peringatan tegas dari Allah SWT. Berikut adalah poin-poin utama kandungannya:

    Ancaman Langsung bagi Penentang Dakwah: Ayat pertama adalah vonis langsung dari Allah SWT bahwa segala daya upaya Abu Lahab untuk menghalangi Islam akan berakhir dengan kebinasaan dan kegagalan total.

    Harta Bukan Jaminan Keselamatan: Pada ayat kedua, ditegaskan bahwa kekayaan melimpah dan status sosial tinggi yang dibanggakan Abu Lahab di Mekkah tidak mampu menolongnya sedikitpun dari azab Allah.

    Vonis Neraka: Surah ini memberikan gambaran masa depan yang mengerikan bagi Abu Lahab dan istrinya, yakni siksaan api neraka yang menyala-nyala.

    Bahaya Fitnah (Istri Abu Lahab): Istri Abu Lahab, Ummu Jamil, dijuluki sebagai “pembawa kayu bakar”. Dalam tafsir, ini bermakna sebagai penyebar fitnah yang menyulut api kebencian di tengah masyarakat untuk memusuhi Nabi Muhammad SAW.

    Asbabun Nuzul: Peristiwa di Bukit Shafa

    Turunnya Surah Al-Lahab tidak lepas dari peristiwa bersejarah saat Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan (Jahar). Mengutip tafsir Ibnu Katsir, peristiwa ini bermula ketika Rasulullah SAW naik ke Bukit Shafa dan memanggil kaum Quraisy.

    Nabi bertanya, “Bagaimana pendapat kalian jika aku katakan bahwa di balik bukit ini ada pasukan yang akan menyerang kalian? Apakah kalian akan mempercayaiku?” Kaum Quraisy serentak menjawab percaya karena Nabi dikenal sebagai Al-Amin (terpercaya).

    Namun, ketika Nabi menyampaikan peringatan tentang azab Allah dan ajaran Islam, Abu Lahab merespons dengan kasar: “Celakalah engkau, Muhammad! Apakah hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami?”

    Ucapan kasar dan penghinaan inilah yang memicu turunnya Surah Al-Lahab sebagai jawaban langsung dari Allah SWT untuk membela Nabi-Nya dan menghinakan Abu Lahab.

    Pelajaran (Hikmah) yang Bisa Diambil

    Kisah Abu Lahab bukan sekadar sejarah masa lalu, melainkan cermin bagi umat manusia hari ini. Pelajaran penting yang bisa dipetik antara lain:

    Keimanan adalah Kunci: Nasab (keturunan) mulia—bahkan sebagai paman Nabi sekalipun—tidak menjamin surga tanpa adanya iman.

    Konsekuensi Perbuatan: Setiap tindakan menghalangi kebaikan dan menyebar kebencian akan mendapatkan balasan setimpal, baik di dunia maupun akhirat.

    Harta Bersifat Fana: Mengandalkan materi tanpa ketaatan kepada Sang Pencipta adalah kesia-siaan.

      Surah Al-Lahab mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga lisan dari fitnah dan menjaga hati dari kesombongan, agar terhindar dari nasib buruk seperti yang dialami Abu Lahab dan istrinya. (Mun)

      TRENDING

      Exit mobile version