NASIONAL
Menaker Transformasikan BLK Jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis
AKTUALITAS.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan pemerintah menyiapkan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar pelatihan yang diberikan semakin relevan dengan kebutuhan industri, mudah diakses masyarakat, serta membuka peluang kerja dan wirausaha yang lebih luas. Transformasi tersebut mencakup penguatan peran BLK sebagai Klinik Produktivitas, Talent and Innovation Hub (TIH), hingga inkubator bisnis.
Dirinya menegaskan, pembaruan fungsi BLK dilakukan agar manfaat pelatihan lebih dirasakan publik, terutama dalam menyiapkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
“Transformasi BLK ditujukan agar keterampilan yang dipelajari lebih nyambung dengan kebutuhan industri yang terus berubah, sekaligus memperluas peluang masyarakat untuk bekerja maupun berusaha,” kata Yassierli dalam siaran pers yang diterima Aktualitas.id, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Yassierli, implementasi transformasi BLK akan melibatkan kolaborasi dengan kalangan akademisi guna memastikan kompetensi sumber daya manusia selaras dengan kebutuhan industri terkini. Kerja sama ini diharapkan mampu mendorong lahirnya tenaga kerja terampil di berbagai sektor strategis.
“Kami akan mengajak dunia kampus untuk menjadikan BLK sebagai Klinik Produktivitas untuk memenuhi kebutuhan industri dalam dan luar negeri. Misalnya dengan pelatihan di bidang green jobs, smart creative IT skills, dan smart operation,” ujarnya.
Selain itu, sinergi dengan akademisi juga dilakukan untuk memperkuat fungsi BLK sebagai pelaksana Talent and Innovation Hub, pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, serta pusat peningkatan produktivitas bagi pelaku UMKM.
Yassierli menilai penguatan fungsi tersebut penting agar BLK tidak hanya menjadi tempat pelatihan, tetapi juga ruang peningkatan kompetensi yang inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Kementerian Ketenagakerjaan juga menyiapkan peran baru BLK sebagai inkubator bisnis guna mendorong lahirnya wirausaha baru. Melalui skema ini, peserta pelatihan akan mendapatkan pendampingan sejak perencanaan usaha hingga strategi pemasaran.
“Kemnaker sedang menyiapkan BLK sebagai inkubator bisnis. Yang mau mulai wirausaha akan dicarikan ide bisnisnya apa, siapa kompetitornya, model bisnisnya, strategi pengembangan bisnisnya, dan pemasarannya,” kata Yassierli.
Dirinya mengakui, selama ini BLK masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, mulai dari jumlah penerima manfaat, efisiensi anggaran, sistem jaminan mutu pelatihan, pembaruan kurikulum, transparansi rekrutmen peserta, hingga pelacakan data lulusan.
Pemerintah menargetkan optimalisasi BLK mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas pelatihan agar lebih efektif dalam menjawab tantangan pengangguran.
“Optimalisasi BLK ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas BLK yang saat ini dinilai perlu ditingkatkan agar lebih efisien dalam menjawab tantangan pengangguran,” pungkasnya.
-
POLITIK03/04/2026 14:30 WIBLakukan Kekerasan Kepada Istri dan Anak, Kader Demokrat Dilaporkan
-
RIAU03/04/2026 13:15 WIBHadapi Super El Nino 2026, Kapolda Riau Susun Langkah Pencegahan Dini
-
OLAHRAGA03/04/2026 08:00 WIBTim Sepeda Putri Indonesia Terbaik ASEAN
-
NASIONAL03/04/2026 13:30 WIBPanglima TNI Terima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia
-
NASIONAL03/04/2026 12:00 WIBKomnas HAM: Buka Identitas Pelaku Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Publik
-
NUSANTARA03/04/2026 10:30 WIBKabupaten Grobogan Banjir, 12 Desa Tergenang
-
JABODETABEK03/04/2026 09:00 WIBAngkut Sampah Pasar Induk Kramat Jati, 40 Truk Disiapkan
-
NASIONAL03/04/2026 17:00 WIBEddy Soeparno: Indonesia Harus Lepas Ketergantungan Energi Fosil