POLITIK
Pakar: Saatnya Prabowo Rombak Menteri yang Lemah
AKTUALITAS.ID – Ketidakpastian geopolitik global yang dipicu konflik antara Amerika Serikat, Israel, Iran, hingga negara-negara Teluk, mendorong perlunya evaluasi kinerja kabinet pemerintah Indonesia.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, menilai para menteri di Kabinet Merah Putih harus memiliki kemampuan problem solving dan tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi.
“Di tengah ketidakpastian global, kabinet tidak cukup hanya menjalankan tugas rutin. Menteri yang hanya menjalankan rutinitas akan terjebak dalam berbagai persoalan yang muncul,” ujar Jamiluddin, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, situasi global yang bergejolak, khususnya di kawasan Timur Tengah, menuntut para menteri untuk lebih adaptif, inovatif, serta mampu merumuskan solusi strategis dalam menghadapi krisis, termasuk potensi krisis energi.
Ia menekankan bahwa setiap menteri harus mampu menganalisis akar persoalan, memprediksi risiko, dan mengambil langkah antisipatif sebelum krisis semakin meluas.
Namun demikian, Jamiluddin menilai kemampuan tersebut belum sepenuhnya terlihat pada sejumlah menteri di kabinet saat ini. Ia menyoroti adanya kecenderungan sebagian menteri yang masih menunggu arahan dari presiden.
“Hal itu kiranya belum terlihat pada beberapa menteri. Mereka lebih banyak menunggu petunjuk, bukan mengambil inisiatif,” katanya.
Dalam konteks ini, ia menilai sudah saatnya Prabowo Subianto melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para pembantunya di kabinet.
Ia bahkan menyarankan agar menteri yang dinilai lemah dalam menyelesaikan persoalan segera diganti melalui mekanisme reshuffle kabinet.
“Di tengah krisis seperti sekarang, menteri yang tidak mampu menjadi problem solver sebaiknya dievaluasi, bahkan diganti. Jangan sampai justru menjadi beban bagi pemerintah,” tegasnya.
Evaluasi kabinet dinilai penting untuk memastikan pemerintah mampu merespons dinamika global secara cepat dan tepat, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional di tengah tekanan dunia yang semakin tidak menentu. (Bowo/Mun)
-
OASE08/08/2026 05:00 WIBSalah Pilih Teman Bisa Jadi Penyesalan di Akhirat
-
POLITIK08/08/2026 10:00 WIBAmnesty Desak Polisi Bebaskan Pengkritik Prabowo
-
JABODETABEK08/08/2026 05:30 WIBJakarta Cerah Berawan Saat Libur Akhir Pekan
-
NUSANTARA08/08/2026 07:30 WIBBNPB Jatuhkan Ribuan Liter Air Padamkan Api Kawasan Bromo
-
POLITIK08/08/2026 11:00 WIBBawaslu Dorong IKU Jadi Budaya Kerja
-
JABODETABEK08/08/2026 06:30 WIBPolda Metro Buka 5 Titik SIM Keliling Sabtu
-
NASIONAL08/08/2026 07:00 WIBKepala BGN: 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen
-
POLITIK08/08/2026 06:00 WIBMensesneg Tegaskan Belum ada Rencana Reshuffle Kabinet