Connect with us

OTOTEK

Nissan Jual Kantor Pusat Rp 10,9 Triliun Demi Selamatkan Masa Depan

Aktualitas.id -

Nissan Jual Kantor Pusat Rp 10,9 Triliun Demi Selamatkan Masa Depan. (Google)

AKTUALITAS.ID – Raksasa otomotif Jepang, Nissan, tengah menghadapi babak baru dalam sejarah panjang perjalanannya. Setelah puluhan tahun menjadi simbol kejayaan industri otomotif Negeri Sakura, kini Nissan mengambil langkah berani dan tak terduga: menjual kantor pusat megahnya di Yokohama senilai lebih dari US$ 650 juta atau sekitar Rp 10,93 triliun.

Gedung ikonik setinggi 22 lantai ini bukan sekadar bangunan. Ia adalah simbol kebangkitan Nissan dari krisis besar dua dekade silam, saat Carlos Ghosn—sosok kontroversial yang kini bermukim di Lebanon—datang menyelamatkan perusahaan dari jurang kebangkrutan. Kini, sejarah seakan berulang, namun dengan tantangan yang berbeda.

Nissan mencatatkan kerugian bersih sebesar US$ 4,5 miliar pada tahun fiskal 2024—angka kerugian terbesar kedua dalam 25 tahun terakhir. Di tengah tekanan keuangan yang begitu berat, penjualan aset besar seperti kantor pusat menjadi langkah realistis demi menjaga keberlangsungan operasional.

“Kami sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk memperbaiki performa bisnis secara menyeluruh,” ujar juru bicara Nissan Amerika, tanpa menjelaskan lebih jauh siapa calon pembeli gedung tersebut.

Tak hanya itu, Nissan juga dikabarkan sedang mengevaluasi penutupan tiga pabrik domestik di Jepang, termasuk fasilitas perakitan dan pengujian di Tochigi. Langkah ini mencerminkan upaya serius manajemen baru di bawah kepemimpinan CEO Ivan Espinosa untuk melakukan restrukturisasi besar-besaran.

Situasi ini mengingatkan pada masa krisis global yang juga pernah memaksa perusahaan otomotif besar lainnya melepas aset-aset strategis demi bertahan. Nissan pun kini tampaknya harus menempuh jalan yang sama.

Meskipun keputusan menjual kantor pusat terlihat menyakitkan secara simbolik, namun ini bisa menjadi momentum penting untuk memulai lembaran baru. Penjualan ini tidak hanya menjadi penyelamat keuangan jangka pendek, tapi juga sinyal kuat bahwa Nissan siap mengambil keputusan berani demi masa depan yang lebih stabil dan kompetitif.

Di tengah gejolak industri otomotif global dan tekanan dari pasar kendaraan listrik serta persaingan ketat antar produsen, langkah drastis seperti ini bisa menjadi titik balik yang menentukan arah baru bagi Nissan. (ARI WIBOWO/DIN) 

TRENDING

Exit mobile version