Connect with us

PAPUA TENGAH

Tekan Kasus Malaria, Dinkes Papua Tengah Optimalkan Kolaborasi

Aktualitas.id -

Ilustrasi: Malaria merupakan penyakit infeksi parasit Plasmodium sp yang menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles. Ist

AKTUALITAS.ID – Kerja sama, edukasi, dan kepedulian seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat akan sangat membantu menurunkan kasus malaria di Papua, khususnya Papua Tengah.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor, penguatan pelayanan serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) guna mempercepat eliminasi malaria di wilayah tersebut.

Plt Kepala Dinkes Papua Tengah Agus, mengatakan seluruh pemangku kepentingan harus mendukung percepatan eliminasi malaria mengingat tingginya angka kasus di wilayah itu.

“Kolaborasi adalah cara jitu untuk mengurangi angka malaria. Kita harus tahu akar masalahnya agar bisa memutus rantai penularan,” ujarnya di Nabire, Rabu (4/3/2026).

Ia menyebutkan sepanjang 2025, tercatat 204.068 kasus malaria di delapan kabupaten di Papua Tengah.

Kabupaten Mimika menjadi penyumbang kasus tertinggi dengan 190.597 kasus, diikuti Nabire 8.744 kasus, Puncak 3.025 kasus, dan Puncak Jaya 2.031 kasus.

Sementara itu, kasus relatif lebih rendah tercatat di Intan Jaya 334 kasus, Paniai 273 kasus, Deiyai 51 kasus, dan Dogiyai 13 kasus.

Menurut dia, tingginya kasus malaria dipengaruhi keberadaan nyamuk Anopheles sebagai vektor pembawa parasit Plasmodium, serta faktor lingkungan seperti curah hujan tinggi sepanjang tahun yang menyebabkan banyak genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk.

“Kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat juga sangat berpengaruh dalam pengendalian malaria,” katanya.

Upaya penanganan dilakukan melalui strategi penemuan kasus dini dengan pemeriksaan aktif di masyarakat, penguatan surveilans malaria, optimalisasi pelaporan melalui Sistem Informasi Surveilans Malaria (Sismal), integrasi program kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan darah massal, baik bagi warga yang sakit maupun tanpa gejala.

Untuk itu, diperlukan pelibatan tokoh masyarakat mulai dari tingkat RT/RW, kepala kampung, lurah, hingga distrik.

Penanggung Jawab Program Malaria Dinkes Papua Tengah Yenice Derek menambahkan untuk menekan malaria di Kabupaten Mimika diterapkan program bertajuk “Tempo Kas Tuntas” atau Tanggulangi Eliminasi Malaria melalui Pemeriksaan Darah dan Obat serta Pemantauan Kepatuhan Pengobatan sampai Tuntas.

Program tersebut mencakup pemeriksaan darah secara aktif dari rumah ke rumah, pemetaan dan pengendalian vektor melalui larvasida, modifikasi lingkungan, penyemprotan IRS dan fogging, pelatihan tenaga mikroskopis, advokasi tokoh masyarakat, serta pembagian kelambu massal.

Sementara di Nabire, fokus kegiatan meliputi pelatihan tenaga mikroskopis, penguatan penemuan kasus dini di fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas surveilans Sismal, kegiatan promotif dan preventif seperti sosialisasi penggunaan kelambu, serta koordinasi lintas program dan sektor.

( Yan Kusuma/goeh)

TRENDING

Exit mobile version