POLITIK
Demokrat: Parliamentary Threshold Tak Bisa Sembarangan Dinaikkan
AKTUALITAS.ID – Rencana kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 7 persen tengah memicu perdebatan hangat di kalangan partai politik. Menanggapi usulan tersebut, Partai Demokrat mengingatkan adanya landasan hukum dan hak suara rakyat yang harus dilindungi.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan bahwa saat ini aturan yang berlaku masih di angka 4 persen untuk tingkat DPR RI. Ia menilai perdebatan mengenai angka ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan tanpa memperhatikan aspek yuridis.
Herman, yang akrab disapa Kang Hero, menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi terkait efektivitas ambang batas tersebut. Menurutnya, MK telah memberikan sinyal bahwa angka yang terlalu tinggi berisiko memangkas suara rakyat sehingga tidak terwakili di parlemen.
“Ada keputusan Mahkamah Konstitusi yang menyebutkan akibat terlalu tingginya parliamentary threshold, maka banyak suara yang tidak terwakilkan karena terpangkas,” ujar Herman kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).
Ia menambahkan bahwa MK justru memberikan arahan untuk melakukan penyesuaian angka ke level yang lebih rendah agar sistem demokrasi lebih inklusif. “Oleh karenanya, Mahkamah Konstitusi meminta hasil keputusannya agar diturunkan,” ungkapnya.
Meskipun Nasdem mengusulkan kenaikan hingga 7 persen dan Golkar di angka 5 persen, Demokrat menyatakan tetap menghargai dinamika politik yang berkembang. Bagi Demokrat, setiap partai memiliki hak untuk merumuskan angka ideal demi stabilitas parlemen.
“Kalau sekarang kemudian ada yang meminta naik, tentu kami menghormatinya. Itu adalah hak dari partai-partai untuk menempatkan angka idealnya,” imbuh Herman.
Saat ini, Partai Demokrat memilih untuk tidak terburu-buru mengambil sikap final. Mereka masih melakukan kajian mendalam dengan mempertimbangkan berbagai aspek sosiologis dan yuridis guna memastikan sistem pemilu mendatang tetap adil bagi masyarakat. (Bowo/Mun)
-
RAGAM13/04/2026 13:30 WIBPenelitian Terbaru: Patahan Raksasa di Bawah Laut Sulawesi Sambungkan Sesar Benua
-
OTOTEK13/04/2026 16:30 WIB3.000 Flash Charge di Eropa Bakal Secepatnya Dipasang BYD
-
NASIONAL13/04/2026 06:00 WIBBGN Tutup Ratusan Dapur MBG karena Kualitas di Bawah Standar
-
NASIONAL13/04/2026 13:00 WIBBGN: EO Bantu Jalankan Program Gizi Nasional
-
POLITIK13/04/2026 10:00 WIBSurvei LSI: 94% Rakyat Tolak Pilkada Lewat DPRD
-
PAPUA TENGAH13/04/2026 16:00 WIBBerulah Lagi! OPM Kodap III/Puncak Pimpinan Lekagak Talenggen Bakar Rumah Warga
-
OASE13/04/2026 05:00 WIB5 Perkataan Umar yang Langsung Dijawab oleh Allah
-
POLITIK13/04/2026 11:00 WIBMantan Kepala PCO Sebut Pernyataan Saiful Mujani Dinilai Bahaya Demokrasi