EKBIS
IHSG Awal Pekan Ambruk ke 7.410
AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan, Senin (13/4/2026), di zona merah. Tekanan jual yang cukup masif membuat indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung terkoreksi sejak sesi pembukaan.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG dibuka melemah sebesar 48,41 poin atau turun 0,65% ke level 7.410,09. Pelemahan ini turut menyeret indeks saham unggulan LQ45 yang juga mengalami penurunan.
Mengacu data RTI hingga pukul 09.25 WIB, IHSG tercatat turun 9,127 poin atau 0,12% ke posisi 7.449,368. Sepanjang sesi awal, indeks bergerak di rentang tertinggi 7.457 dan terendah di 7.351.
Aktivitas perdagangan menunjukkan volume mencapai 2,67 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,25 triliun dan frekuensi 200.299 kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 381 saham melemah, 160 saham menguat, dan 166 saham stagnan.
Data lanjutan menunjukkan tekanan pasar masih berlanjut dengan 360 saham turun, 147 naik, dan 452 tidak bergerak. Total nilai transaksi tercatat Rp667,4 miliar dengan 1,41 miliar saham diperdagangkan dalam 116.900 kali transaksi.
Kapitalisasi pasar pun mengalami penurunan hingga menyentuh kisaran Rp13.000 triliun.
Pelemahan IHSG pada awal pekan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz menyusul gagalnya negosiasi dengan Iran.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut AS akan memulai proses blokade terhadap kapal yang melintas di jalur strategis tersebut dalam waktu dekat.
Sentimen geopolitik ini diperparah oleh meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antara Israel dan Hizbullah di Lebanon Selatan.
BRI Danareksa Sekuritas dalam analisanya menyebutkan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan koreksi seiring belum tercapainya kesepakatan dalam negosiasi nuklir antara AS dan Iran.
Selain itu, Wakil Presiden AS JD Vance menegaskan bahwa Iran belum menunjukkan komitmen untuk menghentikan pengayaan uranium, yang semakin memperkeruh situasi global.
Pelaku pasar disarankan untuk mencermati perkembangan sentimen global serta rilis data ekonomi domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG sepanjang perdagangan hari ini. Sikap hati-hati (wait and see) masih menjadi strategi utama di tengah volatilitas pasar yang tinggi. (Firmansyah/Mun)
-
OTOTEK17/10/2026 20:00 WIBGoogle Wanti-Wanti Peretas Bisa Kuasai Komputer dari Jarak Jauh
-
DUNIA17/10/2026 21:00 WIBTerkuak! AS Siapkan Emak dari Segala Bom untuk Hantam Iran
-
JABODETABEK17/10/2026 22:00 WIBNiat Numpang Tidur, Bocah 11 Tahun di Depok Malah Disodomi
-
NASIONAL18/10/2026 06:00 WIBAsap Karhutla Meluas, Eddy Soeparno Dorong AI untuk Memburu Titik Api
-
NASIONAL17/10/2026 19:00 WIBKemenkum Mulai Godok Putusan MK soal Revisi UU Peradilan Militer
-
JABODETABEK18/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah Membara Minggu Ini
-
NASIONAL17/10/2026 17:00 WIBKomisi IV DPR Soroti Karhutla yang Menewaskan Empat Petugas di Bromo
-
NASIONAL17/10/2026 16:00 WIBGaji PNS Mau Lewat Kopdes, Komisi II DPR Khawatir Bank Daerah Kolaps