Connect with us

POLITIK

KPU Komitmen Wujudkan Pemilu Ramah Disabilitas

Aktualitas.id -

KPU Komitmen Wujudkan Pemilu Ramah Disabilitas, ilustrasi foto: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Komisi Pemilihan Umum terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pemilu yang inklusif dan aksesibel bagi penyandang disabilitas. Berbagai langkah strategis dilakukan guna menjamin terpenuhinya hak politik kelompok disabilitas dalam setiap tahapan pemilu.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua KPU Mochammad Afifuddin bersama anggota KPU Idham Holik, Iffa Rosita, dan Betty Epsilon Idroos saat menerima audiensi Pusat Pemilihan Umum Akses Disabilitas di Kantor KPU, Jakarta.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan KPU adalah menghadirkan penerjemah bahasa isyarat dalam setiap konferensi pers, serta menyediakan “pojok disabilitas” sebagai ruang layanan informasi yang ramah bagi penyandang disabilitas.

“Upaya ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap isu disabilitas dalam penyelenggaraan pemilu terus berkembang dan harus dijaga keberlanjutannya,” ujar Afifuddin.

Selain itu, KPU juga memastikan seluruh kantor di berbagai daerah berupaya menjadi ruang yang aksesibel. Ke depan, KPU berencana menggelar diskusi kelompok terfokus (FGD) guna mendorong penguatan regulasi, termasuk pengembangan undang-undang pemilu yang lebih inklusif.

Komitmen KPU terhadap pemilih disabilitas sejatinya telah dimulai sejak Pemilu 2014, ketika untuk pertama kalinya disediakan template Braille secara nasional. Inovasi ini memungkinkan pemilih tunanetra menggunakan hak pilih secara mandiri dan rahasia di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sementara itu, Idham Holik menegaskan bahwa KPU akan terus meningkatkan fasilitas bagi pemilih disabilitas pada pemilu mendatang, agar mereka dapat berpartisipasi secara setara.

“Kami berkomitmen menghadirkan pemilu yang lebih ramah dan inklusif bagi semua,” ujarnya.

Di sisi lain, Iffa Rosita mengungkapkan bahwa tantangan dalam pendataan pemilih disabilitas masih ada, salah satunya karena sebagian masyarakat belum bersedia didata. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pemahaman melalui bimbingan teknis bagi penyelenggara pemilu.

Sedangkan Betty Epsilon Idroos menambahkan pentingnya pembaruan klasifikasi disabilitas, termasuk kategori penyakit kronis, agar data pemilih menjadi lebih akurat.

Ketua Umum PPUAD, Ariani Soekanwo, turut mengapresiasi langkah KPU yang dinilai semakin inklusif, termasuk dalam membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Ia berharap kolaborasi antara KPU dan PPUAD dapat terus diperkuat guna meningkatkan partisipasi politik penyandang disabilitas serta mewujudkan pemilu yang benar-benar aksesibel dan berkeadilan. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version