Berita
Larang Imam Besar Masuk Al Aqsa, Palestina Kecam Israel
Palestina mengecam Israel karena melarang imam besar Sheikh Ekrima Sabri memasuki masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Dilansir dari Xinhua, lewat surat perintah Israel melarang Sheikh Ekrima Sabri memasuki masjid Al-Aqsa selama empat bulan. “Sekali lagi, Israel bertekad menunjukkan penghinaan terhadap kebebasan beribadah dan beragama, seperti yang terlihat jelas dalam peningkatan pelarangan kebebasan beribadah rakyat Palestina, […]
Palestina mengecam Israel karena melarang imam besar Sheikh Ekrima Sabri memasuki masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.
Dilansir dari Xinhua, lewat surat perintah Israel melarang Sheikh Ekrima Sabri memasuki masjid Al-Aqsa selama empat bulan.
“Sekali lagi, Israel bertekad menunjukkan penghinaan terhadap kebebasan beribadah dan beragama, seperti yang terlihat jelas dalam peningkatan pelarangan kebebasan beribadah rakyat Palestina, terutama daerah yang diduduki di Yerusalem,” kata anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, Hanan Ashrawi.
Otoritas Israel menuduh Sheikh Ekrima Sabri melakukan upaya penghasutan.
“Polisi Israel menggerebek rumah saya pada hari Kamis dan memberi perintah untuk melarang saya memasuki masjid Al-Aqsa selama empat bulan,” kata Sheikh Ekrima Sabri kepada Anadolu Agency.
“Membungkam dan menargetkan masjid Al-Aqsa adalah sifat pendudukan Israel, yang bertentangan dengan kebebasan beribadah dan Israel menjadi negara yang demokratis. Tapi kita akan tetap dengan Al-Aqsa, dan kita akan membela Al-Aqsa”.
Hanan Ashrawi menuduh Israel melakukan upaya persetujuan bersama dan sistematis untuk melakukan perampasan tanah Palestina, disertai tindakan untuk meredam suara, menghapus kehadiran Palestina, dan menyalakan api perselisihan.
Dia meminta Israel untuk menghormati status bangunan suci sebagai sebuah tempat ibadah.
Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Timur Tengah pada tahun 1967.
Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional, Israel mencaplok seluruh kota pada 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota negara ‘abadi dan tak terbagi’ yang diproklamirkan oleh negara Yahudi.
Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai ‘Gunung Suci’ dan mengklaim sebagai situs dari dua kuil terkemuka di zaman kuno. Yerusalem juga mencakup Gereja Makam Suci, salah satu situs Kristen paling suci di dunia.
Kompleks itu kembali dibuka untuk para penyembah dan pengunjung pada 31 Mei, setelah lebih dari dua bulan ditutup karena pandemi virus corona.
-
POLITIK19/07/2026 18:00 WIBAtribut PSI Lebih Banyak daripada Kader Partai
-
NUSANTARA19/07/2026 19:00 WIBKejuaraan Karate Piala Kapolda Sumsel 2026 Digelar, Cik Ujang Dorong Lahirnya Atlet Muda
-
RIAU19/07/2026 17:00 WIBCabuli Bocah 12 Tahun, Polisi Ciduk Pria Bejat di Riau
-
OLAHRAGA19/07/2026 20:00 WIBMessi vs Spanyol di Final Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Sang Maestro atau Era Baru La Roja?
-
OASE20/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an: Jangan Jadikan Harta Haram Jalan Kaya
-
NASIONAL20/07/2026 06:00 WIBMenteri ATR: Jangan Biarkan Lahan Produktif Hilang
-
JABODETABEK20/07/2026 05:30 WIBBMKG Ramal Hujan Ringan Guyur Jantung Ibu Kota Hari Ini
-
NASIONAL20/07/2026 07:00 WIBEddy Soeparno Desak Reformasi Pengelolaan Sampah dari Hulu

















