Connect with us

Berita

Update Corona di Sumsel 8 Mei: 227 Positif, Sembuh 49, 8 Meninggal

AKTUALITAS.ID – Tim Gugus Tugas Covid-19 Sumatera Selatan menyampaikan kabar baik terkait perkembangan kasus positif virus corona di Bumi Sriwijaya. Selain mengumumkan tidak adanya perubahan pada jumlah kasus positif, Tim Gugus Tugas justru mencatat adanya tambahan dua pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari corona. Berdasarkan data yang terbaru Tim Gugus Tugas Covid-19 hari ini, Jumat, […]

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Tim Gugus Tugas Covid-19 Sumatera Selatan menyampaikan kabar baik terkait perkembangan kasus positif virus corona di Bumi Sriwijaya. Selain mengumumkan tidak adanya perubahan pada jumlah kasus positif, Tim Gugus Tugas justru mencatat adanya tambahan dua pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari corona.

Berdasarkan data yang terbaru Tim Gugus Tugas Covid-19 hari ini, Jumat, (8/5/2020), tercatat jumlah positif virus corona sebanyak 227 kasus. Sementara untuk pasien yang sudah sembuh, total mencapai 49 orang. Sedangkan, pasien meninggal tidak berubah tetap 8.

“Untuk kasus positif tidak ada penambahan atau nihil. Sementara pasien sembuh bertambah dua orang, sehingga total menjadi 49. Untuk dua pasien sembuh itu berasal dari Palembang dan Ogan Ilir,” kata Kepala Dinas Kominfo Sumatera Selatan, Ahmad Rizwan.

Ia menerangkan untuk jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP) di Sumatera Selatan sebanyak 4.516 orang. Telah selesai pemantauan 3.385 orang dan masih dalam proses pantauan 1.234.

Sedangkan untuk jumlah kasus pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 305 orang. Telah selesai pengawasan 149, dan masih dalam proses pengawasan 156 orang. Penambahan PDP ada 18 orang.

“Jumlah sampel di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang ada 1.532, dengan rincian OTG 1.115, PDP 347 dan ODP 74. Untuk sampel positif 227, negatif 213 dan masih dalam proses pemeriksaan 1.073 sampel,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Covid-19 Sumatera Selatan, Yusri, meminta supaya masyarakat tidak perlu panik, karena rata-rata sampel yang diambil adalah orang yang kontak dengan kasus positif sebelumnya. Terutama dari anggota keluarga dari kasus yang positif.

“Kuncinya orang-orang yang kontak dengan pasien positif itu kita pastikan telah di karantina. Inilah salah satu cara kami untuk memutus mata rantai penularan virus corona,” katanya.

TRENDING

Exit mobile version