Berita
Manajer Wilayah PT Wijaya Karya Ditahan KP
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Manajer Wilayah PT Wijaya Karya, I Ketut Suarbawa, usai menjalani pemeriksaan. Salah satu petinggi perusahaan pelat merah itu merupakan tersangka kasus korupsi pembangunan jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar, Riau. Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan, selain Ketut, KPK juga menahan Adnan (ADN) […]
AKTUALITAS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Manajer Wilayah PT Wijaya Karya, I Ketut Suarbawa, usai menjalani pemeriksaan.
Salah satu petinggi perusahaan pelat merah itu merupakan tersangka kasus korupsi pembangunan jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar, Riau.
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan, selain Ketut, KPK juga menahan Adnan (ADN) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek yang jadi bancakan tersebut.
“Untuk kepentingan penyidikan, tersangka ADN dan IKT ditahan di rutan masing-masing selama 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 29 September 2020 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2020 di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih,” katanya di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, (29/9/2020).
Sebelum ditahan, keduanya akan melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan KPK.
“Sebelumnya akan dilakukan isolasi mandiri terlebih dahulu di Rutan KPK Kavling C1 dalam rangka pencegahan penyebaran wabah Covid-19,” kata Lili.
Sebelumnya, Adnan dan Ketut ditetapkan KPK sebagai tersangka pada 14 Maret 2019 lalu. Keduanya diduga telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dalam pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang Tahun Anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar, Riau.
“Diduga dalam proyek ini telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sekitar Rp50 miliar dari nilai proyek pembangunan jembatan Waterfront city secara tahun jamak di Tahun Anggaran 2015 dan 2016 dengan total nilai kontrak Rp117,68 Milyar,” kata Lili.
-
NUSANTARA20/02/2026 19:30 WIBSiswa Madrasah di Tual Tewas usai Dianiaya Oknum Brimob
-
PAPUA TENGAH20/02/2026 18:13 WIBAturan Baru Kemendagri, Status PNS dan PPPK di KTP-el Kini Ditulis ASN
-
OLAHRAGA20/02/2026 11:00 WIBTaklukan BjB 3-1, Popsivo Perbesar Peluang ke Final Four
-
EKBIS20/02/2026 09:30 WIBEmas Antam Naik Rp28.000 ke Angka Rp2,944 Juta/Gr
-
OTOTEK20/02/2026 13:30 WIBSistem Penggerak Hibrida Baru Dihadirkan Horse Powertrain
-
NASIONAL20/02/2026 17:00 WIBDPR Pastikan Tidak Ada Agenda Revisi UU KPK
-
RIAU20/02/2026 13:45 WIBKepala Biro SDM Polda Riau Launching Penggunaan Tanjak dan Selempang bagi Personel, Berlaku Setiap Jumat
-
POLITIK20/02/2026 16:00 WIBKPU Susun Peta Jalan Logistik Pemilu 4.0 untuk Pemilu 2029