Berita
Soksi Nilai Omnibus Law Cipta Kerja Masih Diyakini Bantu Pertumbuhan Ekonomi Nasional
AKTUALITAS.ID – Pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) menuai penolakan dari elemen masyarakat seperti pekerja buruh dan mahasiswa. Namun, masih ada suara dukungan untuk pemerintah yang menginisiasi UU Ciptaker. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ahmadi Noor Supit menilai, UU tersebut justru akan membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Pun, ia […]
AKTUALITAS.ID – Pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) menuai penolakan dari elemen masyarakat seperti pekerja buruh dan mahasiswa. Namun, masih ada suara dukungan untuk pemerintah yang menginisiasi UU Ciptaker.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ahmadi Noor Supit menilai, UU tersebut justru akan membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Pun, ia mewakili SOKSI yang merupakan ormas sayap Golkar meyakini UU itu bisa menggenjot investasi di Tanah Air.
“UU Ciptaker merupakan terobosan hukum formil dan materiil. upaya negara merespons krisis perekonomian global yang sudah terjadi sebelum adanya pandemik COVID 19. Di mana pertumbuhan ekonomi makin menurun tajam hingga minus,” kata Supit dalam keterangannya, Minggu, 11 Oktober 2020.
Supit menyebut, UU Ciptaker sebagai keberanian politik pemerintah dan DPR untuk menyelaraskan aturan-aturan yang selama ini bertabrakan. Politikus senior Golkar itu juga berharap agar pemerintah dan DPR juga membuat Omnibus Law untuk sektor-sektor lain.
“SOKSI melihat UU ini merupakan Omnibus Law pertama dalam ekonomi dan masih harus dilakukan untuk sektor lain. Karena kalau hanya sektor ekonomi tidak cukup untuk menyejahterakan kita,” lanjut eks pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR itu.
Terkait adanya anggapan UU Ciptaker yang tak pro terhadap pekerja juga dinilainya tak tepat. Ia berpandangan, pemerintah dan Badan Legislasi (Baleg) DPR sudah berkomunikasi dengan melibatkan kalangan pekerja buruh.
Meski ia berharap dalam praktiknya nanti keberpihakan terhadap rakyat miskin, buruh, pekerja dan pelaku ekonomi mikro bisa lebih ditingkatkan oleh pemerintah.
“Ditingkatkan, dilindungi dan dijamin ke ikutsertaannya dalam pelaksanaan UU Cipta Kerja. tidak dimaknai sebatas wadah semata, akan tetapi menjadi satu kesatuan sistem pelaku ekonomi dari hulu sampai dengan hilir,” kata Supit.
Sementara, Sekretaris Jenderal Depinas SOKSI, Mukhamad Misbakhun optimis UU Ciptaker justru akan menguntungkan investor, pemerintah, dan masyarakat.
Kata dia, contohnya menyangkut pajak deviden nol persen. Dengan adanya aturan itu, maka deviden bebas pajak terkandung dalam UU itu diyakini akan menginvestasikan uangnya ke Indonesia.
“Dengan adanya aturan (pajak nol persen) deviden ini saya yakin bahwa uang itu akan berputar kembali di Indonesia di investasikan kembali ke Indonesia, dan malah akan menggairahkan,” ujar Misbakhun yang juga anggota Komisi XI DPR RI tersebut.
-
PAPUA TENGAH05/04/2026 17:30 WIBKebakaran di Kilometer 9 Timika Hanguskan Dua Rumah dan Kandang Ternak
-
RAGAM05/04/2026 19:30 WIBWaspadai 6 Bahan “Red Flag” yang Tersembunyi Dalam Makanan Kudapan
-
RIAU05/04/2026 17:00 WIBPolda Riau Bongkar Jaringan Mafia BBM Subsidi, Sita Lebih 10 Ribu Liter Solar
-
POLITIK05/04/2026 13:00 WIBBawaslu Pasaman Barat Kawal Ketat Data Pemilih 2026
-
RIAU05/04/2026 23:00 WIBPolres Pelalawan Ungkap Kasus Karhutla, Penegakan Hukum Diperkuat untuk Efek Jera
-
NASIONAL05/04/2026 20:00 WIBKemenag Ajukan Tambahan Anggaran Rp24,8 T
-
EKBIS05/04/2026 20:30 WIBStok Beras Sulsel Melonjak, Tembus 761 Ribu Ton
-
NASIONAL05/04/2026 14:00 WIBDapur MBG Pondok Kelapa Disetop Usai Keracunan Massal