Berita
Bagaimana Nabi SAW Menyediakan Kebutuhan Makan Keluarga?
Rumah tangga Rasulullah SAW merupakan pendidikan yang hakiki. Dii dalamnya terkumpul semua elemen pembelajaran hidup yang dibutuhkan oleh umat manusia, termasuk bagaimana Nabi mencontohkan tentang penyediaan kebutuhan makan bagi keluarganya. Abdul Fattah As-Samman dalam buku Harta Nabi menjelaskan Nabi SAW tidak pernah meninggalkan keluarga beliau menjadi beban bagi orang lain. Di sisi lain, rumah Nabi merupakan tempat yang nikmat […]
Rumah tangga Rasulullah SAW merupakan pendidikan yang hakiki. Dii dalamnya terkumpul semua elemen pembelajaran hidup yang dibutuhkan oleh umat manusia, termasuk bagaimana Nabi mencontohkan tentang penyediaan kebutuhan makan bagi keluarganya.
Abdul Fattah As-Samman dalam buku Harta Nabi menjelaskan Nabi SAW tidak pernah meninggalkan keluarga beliau menjadi beban bagi orang lain. Di sisi lain, rumah Nabi merupakan tempat yang nikmat dan teduh bagi orang-orang kelaparan, orang-orang terlantar, dan kaum miskin papa.
Bahkan istri-istri Nabi mempunyai peran besar dalam menyediakan makanan bagi orang-orang kelaparan, terlantar, dan kaum miskin papa. Nabi juga mengatur pekerjaan dan menyeleksi indikasi-indikasinya.
Adapun dalilnya sebagaimana yang disampaikan Sayyidina Umar: “Sesungguhnya Nabi menjual kurma Bani An-Nadhir dan menyimpan makanan untuk persediaan selama setahun bagi keluarga beliau,”.
Dijelaskan dalam hadits tersebut terdapat tiga kondisi. Pertama, Nabi memiliki fai (harta rampasan perang) dari tanah Bani Nadhir sehingga beliau tidak menginfakkan semua harta beliau. Kedua, Nabi menekuni perdagangan dengan membeli dan menjual barang. Artinya, pekerjaan Nabi senantiasa berdagang dengan tujuan meneruskan pekerjaan dan beramal.
Ketiga, Nabi melakukan beberapa persiapan menyikapi perkembangan situasi dan keadaan. Sehingga beliau menyimpan makanan untuk persediaan selama setahun bagi keluarga beliau.
Hal ini merupakan isyarat sangat penting, sebab rezeki tidak tersedia setiap hari maka memenuhi kebutuhan untuk esok hari harus diantisipasi. Bahkan terkadang Nabi menyimpan makanan pokok untuk persediaan lebih dari satu tahun, seandainya makanan yang disimpan tidak rusak. Sebab sarana untuk menyimpan makanan supaya mampu bertahan lama pada masa itu belum ada.
-
RIAU10/02/2026 19:30 WIBKasus Gajah Mati di Konsesi PT RAPP Estate Ukui, Begini Penjelasan Kapolres Pelalawan
-
FOTO10/02/2026 21:58 WIBFOTO: Istana Gelar Rapat Pimpinan TNI-POLRI
-
POLITIK11/02/2026 06:00 WIBCak Imin Masih Berpeluang Jadi Cawapres Prabowo, Tapi…
-
POLITIK11/02/2026 09:00 WIBPengamat: Proposal Zulhas Cawapres Prabowo Bukan Harga Mati bagi PAN
-
OTOTEK10/02/2026 20:00 WIBTak Mau Kalah, Toyota Andalkan Koleksi Mobil Hybrid
-
NASIONAL10/02/2026 20:30 WIBUang 50 Ribu Dolar AS Disita KPK, Usai Geledah Kantor dan Rumdis Ketua PN Depok
-
DUNIA10/02/2026 19:00 WIBKunjungan Pemimpin Israel Diprotes Ribuan Warga Australia
-
NASIONAL10/02/2026 21:30 WIBIstana: Tidak Ada Reshuffle Kabinet Hari ini