EKBIS
Dolar AS Keok, Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Pesta Pora
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat signifikan pada perdagangan Rabu, (11/2/2026). Penguatan rupiah terjadi seiring melemahnya sentimen dolar AS menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat.
Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot exchange, pada pukul 09.04 WIB, rupiah tercatat menguat 43 poin atau 0,26 persen ke level Rp16.768 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau relatif stabil di kisaran 96,79.
Penguatan rupiah berlanjut hingga pukul 09.33 WIB. Bloomberg mencatat mata uang Garuda berada di posisi Rp16.774 per dolar AS, menguat 37 poin atau 0,22 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp16.811 per dolar AS.
Sejalan dengan itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di level Rp16.794 per dolar AS pada waktu yang hampir bersamaan. Secara keseluruhan, rupiah menguat sekitar 0,23 persen dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah hari ini masih akan berlangsung fluktuatif. Meski menguat di awal perdagangan, rupiah dinilai tetap berpotensi kembali melemah seiring dinamika sentimen global dan rilis data ekonomi Amerika Serikat.
“Rupiah hari ini bergerak fluktuatif. Ada peluang penguatan lanjutan, namun tekanan eksternal masih cukup besar,” ujar Ibrahim.
Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia. Hingga pukul 09.00 WIB, yen Jepang memimpin penguatan di kawasan Asia dengan kenaikan 0,27 persen, disusul baht Thailand yang menguat 0,21 persen.
Selanjutnya, dolar Taiwan naik 0,16 persen, peso Filipina menguat 0,15 persen, dan won Korea Selatan terapresiasi 0,09 persen. Dolar Hong Kong menguat tipis 0,03 persen, sementara dolar Singapura naik 0,02 persen.
Di sisi lain, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,07 persen. Sementara itu, yuan China tercatat melemah tipis 0,04 persen terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini.
Penguatan rupiah diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik, meskipun pelaku pasar tetap mencermati arah kebijakan moneter global dan data ekonomi Amerika Serikat dalam waktu dekat. (Firmansyah/Mun)
-
EKBIS19/08/2026 17:00 WIBPurbaya: Subsidi Motor Listrik Resmi Meluncur September
-
DUNIA19/08/2026 18:00 WIBIsrael Kaget Iran Bisa Produksi Ribuan Rudal
-
NASIONAL19/08/2026 16:00 WIBOjol Tuntut Bagi Hasil 92:8 Jangan Sekadar Angka
-
NUSANTARA19/08/2026 20:00 WIBKeji Tak Terobati, KKB Tembak Mati Ibu & Lempar Anaknya ke Jurang
-
NASIONAL19/08/2026 19:00 WIBPengamat: NU Jangan Jadi Arena Politik Kotor
-
JABODETABEK19/08/2026 20:30 WIBJPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Bangun Paulus Karena di Luar Materi Hukum
-
RIAU20/08/2026 07:30 WIBKarhutla Riau Hantam Kawasan Harimau Sumatra
-
NASIONAL20/08/2026 10:00 WIBErna Sari Dewi Bongkar Rantai Lemah Keselamatan Kapal