Berita
Wapres Anggap Biasa Dinamika Pra Muktamar NU ke-34 di Lampung
AKTUALITAS.ID – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menganggap biasa terkait dinamika pra Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama(NU) di Lampung. Dia menilai NU memiliki tradisi mengakhiri gegeran atau pertikaian menjadi ger-geran atau senda gurau. “Oh itu biasa. NU itu kalau mau muktamar itu mesti gegeran dulu. Nah ribut, selesai nanti gergeran. Itu udah selesai yasudah.Ketawa-ketawa aja. Itu istilahnya […]
AKTUALITAS.ID – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menganggap biasa terkait dinamika pra Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama(NU) di Lampung. Dia menilai NU memiliki tradisi mengakhiri gegeran atau pertikaian menjadi ger-geran atau senda gurau.
“Oh itu biasa. NU itu kalau mau muktamar itu mesti gegeran dulu. Nah ribut, selesai nanti gergeran. Itu udah selesai yasudah.
Ketawa-ketawa aja. Itu istilahnya sebelum muktamar gegeran dulu, ada dinamika. Tapi kalau udah selesai, selesai. Kalau dulu-dulu begitu,” kata Ma’ruf Amin saat berbincang dengan awak media di BKaro Coffe Shop, Parapat, Sumatera Utara,Kamis(9/12/2021).
Ma’ruf Amin pun berharap muktamar NU kali ini seperti muktamar sebelumnya. Sehingga tidak ada polemik yang berkelanjutan.
“Saya harapkan seperti itu. Tidak berkelanjutan. Kalau berkelanjutan itu repot,” harapnya.
Untuk diketahui kontestasi Muktamar NU kian ketat. Pilihannya antara kandidat calon Ketua Umum PBNU sudah mengerucut pada dua nama yakni KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj menyatakan siap maju kembali menjadi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode ketiga. Keputusan ini diambil setelah menerima permintaan dan perintah dari para kiai sepuh se-Indonesia.
“Setelah saya anggap cukup ziarah ke para aulia itu, saya mendapatkan ketenangan hati, ketetapan hati. Saya terima permintaan atau perintah dari para kiai sepuh,” ungkapnya.
Dia menyebut para kiai sepuh yang memintanya kembali memimpin PBNU antara lain Maulana Habib Luthfi (Perkalongan), Tuan Guru Turmudzi (Lombok), Kiai Haji Muhtadi (Banten), Hadrutosyah Kiai Timrois Kalimutu (Kendal), KH Agoes Ali Masyhuri (Sidoarjo), dan Kiai Bustomi (Tasikmalaya).
“Untuk meneruskan kembali program NU dalam 5 tahun ke depan. Antara lain menuntaskan program dan terobosan yang telah kita rintis, pembangunan Universitas NU dan ITS NU yang sampai saat ini, ketika periode Menteri Pak Nuh 24, periode Menteri Pak Nasir sampai ke 38. Periode Pak Nadiem ini ditambah 5 jadi 43,” katanya.
Attachments area
-
RIAU23/09/2026 11:45 WIBWartawan dan Pejabat Bengkalis Adu Mekanik di Haornas 2026
-
POLITIK23/09/2026 11:00 WIBPuan: Wacana Capres 2 Partai Belum Resmi
-
DUNIA23/09/2026 00:00 WIBSerangan Saudi Hantam Mokha, Anak-anak Jadi Korban
-
NASIONAL23/09/2026 06:00 WIBDPR: Jangan Tunggu Kapal Tenggelam Baru Bergerak
-
EKBIS23/09/2026 11:15 WIBHarga Emas Antam Hari Ini Sentuh Rp2,63 Juta
-
EKBIS23/09/2026 09:00 WIBEvita Nursanty Bongkar PR Kendaraan Listrik Indonesia
-
NUSANTARA23/09/2026 12:15 WIBDosen ISI Yogyakarta Dinonaktifkan
-
EKBIS23/09/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Hijau, Mendadak Ambruk ke 6.264

















