Berita
PPP Nilai Presidential Treshold Sebagai Bentuk Penghargaan Parpol yang Berjuang di Pemilu
AKTUALITAS.ID – Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menilai, ambang batas presiden atau presidential threshold diperlukan. Alasannya sebagai penghargaan terhadap partai politik yang telah berjuang hingga lolos pemilihan umum. “Adanya presidensial threshold sebagai bentuk insentif atau penghargaan kepada partai politik yang sudah berjuang di pemilu,” kata Awiek sapaan akrabnya lewat pesan tertulis, Rabu […]
AKTUALITAS.ID – Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menilai, ambang batas presiden atau presidential threshold diperlukan. Alasannya sebagai penghargaan terhadap partai politik yang telah berjuang hingga lolos pemilihan umum.
“Adanya presidensial threshold sebagai bentuk insentif atau penghargaan kepada partai politik yang sudah berjuang di pemilu,” kata Awiek sapaan akrabnya lewat pesan tertulis, Rabu (15/12/2021).
Alasan lainnya, presidential threshold membuat presiden terpilih mendapat dukungan parpol di parlemen. Tujuannya, agar kebijakan yang dibuat kepala negara tidak terhambat.
“Selain itu, jangan sampai presiden terpilih nantinya tidak dapat dukungan di parlemen sehingga akan menghambat kebijakan yang dibuatnya,” ucapnya.
Terlebih, lanjut Anggota DPR ini, tidak ada revisi terhadap undang-undang pemilu. Maka ambang batas presiden masih tetap 20 persen.
“Kesepakatan kami UU Pemilu tidak direvisi. Maka tidak ada perubahan pengaturan,” pungkasnya
-
OLAHRAGA16/02/2026 19:41 WIBDidukung PTFI, Tiga Pemain PFA Tempah Kemampuan di Klub Austria
-
NASIONAL16/02/2026 18:30 WIBBareskrim: AKBP Didik Miliki Narkoba untuk Konsumsi
-
OLAHRAGA16/02/2026 20:30 WIBBayern Muenchen Masih Perkasa di Puncak Klasemen
-
EKBIS16/02/2026 23:00 WIBBI Banten Mulai Layani Penukaran Uang Baru Idul Fitri
-
PAPUA TENGAH16/02/2026 19:13 WIBBMKG Himbau Nelayan Waspadai Cuaca Buruk di Perairan Timika
-
OTOTEK16/02/2026 19:30 WIBChery Super Hybrid Berjarak Tempuh Hingga 2.000 Km
-
POLITIK17/02/2026 06:00 WIBBamsoet Desak Penataan Ulang Sistem Politik untuk Cegah Korup
-
NUSANTARA17/02/2026 08:30 WIBPaman dan Bibi di Surabaya Diduga Aniaya Balita