Berita
Israel Batalkan Operasi Penangkapan: Penjara Penuh, Ratusan Tahanan Dilepaskan
AKTUALITAS.ID – Perusahaan Penyiaran Publik Israel melaporkan bahwa tentara Israel dan Shin Bet (otoritas keamanan umum) telah membatalkan sekitar 20 operasi penangkapan aktivis Palestina di Tepi Barat minggu ini. Langkah ini terpaksa diambil karena penjara sudah penuh sesak, mengakibatkan kekurangan ruang untuk menahan tahanan baru.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa kondisi yang memburuk di fasilitas penahanan memaksa aparat keamanan menilai ulang risiko yang ditimbulkan oleh kepadatan penjara terhadap para tahanan. Akibatnya, otoritas terpaksa melepaskan sejumlah tahanan administratif yang ditahan tanpa dakwaan setelah masa penahanan mereka berakhir, demi mengakomodasi tahanan yang dianggap memiliki risiko keamanan yang lebih tinggi.
Asosiasi Kelompok Tahanan Palestina mengungkapkan bahwa sekitar 6.627 tahanan ditahan tanpa tuntutan hingga awal bulan Juni ini. Kekurangan ruang di pusat penahanan dan penjara diperkirakan dapat mengakibatkan pembatalan lebih banyak operasi penangkapan dan tindakan penanggulangan lebih lanjut di Tepi Barat yang diduduki.
Pada bulan April, dinas penjara dan otoritas keamanan Israel mengumumkan kapasitas penahanan yang ditentukan untuk tahanan Palestina di penjara Israel adalah 14.500 orang. Namun, jumlah tahanan sebenarnya melebihi 21.000 orang, menunjukkan lonjakan signifikan yang memicu krisis kepadatan di fasilitas penahanan.
Sejak perang Gaza dimulai pada 7 Oktober lalu, Tel Aviv dilaporkan telah menangkap sekitar 4.150 warga Palestina dari seluruh Tepi Barat, menurut data dari Shin Bet. Namun, Kelompok Tahanan Palestina mengklaim bahwa jumlah tahanan dari Tepi Barat yang ditangkap sejak awal perang telah mencapai 9.345 orang, termasuk sekitar 310 wanita dan setidaknya 640 anak-anak.
Asosiasi Kelompok Tahanan Palestina turut mengecam penolakan Israel untuk mengizinkan Komite Internasional Palang Merah mengunjungi dan memeriksa kondisi penahanan. Mereka menuduh bahwa metode penganiayaan yang dilakukan Israel termasuk kehausan, kelaparan, dan perampasan kebutuhan dasar hidup. Disebutkan juga bahwa setiap tahanan hanya memiliki satu set pakaian, menunjukkan kebijakan kepadatan yang berlebihan.
Situasi ini mencerminkan ketegangan yang semakin meningkat dan tantangan logistik yang dihadapi oleh pihak berwenang Israel dalam menangani jumlah tahanan yang terus bertambah. Pihak berwenang diharapkan untuk segera menemukan solusi yang lebih manusiawi dan efektif guna mengatasi krisis kepadatan ini. (NOUFAL/RAFI)
-
NUSANTARA01/02/2026 11:30 WIBKuta Selatan Bali Diguncang Gempa M 4,6, Pusat di Laut
-
NASIONAL31/01/2026 21:30 WIBMenhan: 4.000 ASN di Jakarta Akan Jadi Komcad
-
DUNIA01/02/2026 15:00 WIBIndonesia Sumbang Rp17 T untuk Rekonstruksi Gaza, Serangan Udara Israel Kembali Tewaskan 32 Orang
-
NASIONAL31/01/2026 21:22 WIBMenaker Transformasikan BLK Jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis
-
POLITIK01/02/2026 10:00 WIBRakernas PSI Berakhir, Misteri Mr J Belum Terpecahkan
-
JABODETABEK01/02/2026 07:30 WIBBanjir Rendam Tegal Alur dan Marunda Pagi Ini, Cek Data Wilayah Terdampak
-
NUSANTARA31/01/2026 22:00 WIB700 Liter Minuman Keras Sopi di Pelabuhan Ambon, Berhasil Disita
-
DUNIA01/02/2026 12:00 WIBIran Siaga Perang! Panglima Militer Ancam Keamanan Israel Jika AS Nekat Menyerang

















