Connect with us

DUNIA

Abu Obaida: Kematian Tentara Israel Hanya Permulaan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Foto: Ist

AKTUALITAS.ID – Situasi di Jalur Gaza semakin tegang setelah juru bicara Brigade Al-Qassam, Abu Obaida, mengeluarkan peringatan keras kepada Israel. Pada Jumat (6/6/2025), di tengah laporan tewasnya tujuh tentara Israel di Gaza, Obaida menyatakan bahwa kekalahan yang dialami IDF di Khan Younis dan Jabalia “hanyalah sebuah rangkaian operasi tingkat-tinggi yang berlanjut.”

Dalam pernyataannya yang dikutip Anadolu, Obaida mendesak warga Israel untuk menekan kepemimpinan mereka agar menghentikan perang di Gaza, atau bersiap menerima lebih banyak “peti mati berisi mayat anak-anak mereka.”

Insiden mematikan terbaru menimpa IDF pada Jumat pagi, di mana empat prajurit tewas dan lima lainnya terluka akibat ledakan di sebuah gedung di permukiman Bani Suheila, Khan Younis. Sebelumnya, pada Kamis (5/6/2025), Brigade Al-Qassam mengklaim telah melakukan “penyergapan kompleks” di kamp pengungsi Jabalia, menewaskan tiga tentara Israel dan melukai dua lainnya. Militer Israel mengonfirmasi bahwa para prajurit tersebut tewas pada Senin sore akibat alat peledak yang diledakkan di dekat kendaraan mereka.

Sejak Israel melancarkan serangan darat pada akhir Oktober 2023, total prajurit IDF yang tewas di Gaza telah mencapai 429 orang. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga prajurit yang gugur, seraya mengatakan mereka “mengorbankan nyawa mereka demi keamanan kita semua.”

Pada hari yang sama, juru bicara militer Israel, Effie Defrin, mengungkapkan kebutuhan mendesak akan ribuan prajurit tambahan untuk melanjutkan tekanan terhadap Hamas. Defrin menyebutkan bahwa saat ini Angkatan Darat Israel memiliki sekitar 10.000 prajurit, dengan 6.000 di antaranya terlibat langsung dalam peperangan. Ia menambahkan, 10.000 lebih surat pemberitahuan wajib militer akan segera diterbitkan dalam perekrutan terbaru.

Isu wajib militer bagi kalangan ultra-Ortodoks juga menjadi sorotan. Defrin menegaskan, “ini adalah momen kita membutuhkan, sebuah kebutuhan operasional.” Kantor Perdana Menteri Israel pun mengumumkan kemajuan signifikan dalam diskusi mengenai undang-undang yang akan meningkatkan jumlah anggota militer dari kalangan ultra-Ortodoks dan memperketat sanksi bagi penolak wajib militer.

Sementara itu, serangan Israel di Jalur Gaza terus berlanjut tanpa henti. Pada Sabtu dini hari, bertepatan dengan hari kedua Idul Adha, setidaknya 17 warga Palestina tewas akibat serangan udara dan tembakan Israel di Khan Younis dan Rafah. Sumber-sumber Palestina melaporkan 12 orang, termasuk empat dari satu keluarga, tewas akibat tembakan Israel yang menargetkan tenda-tenda pengungsi di barat Khan Younis. Lima warga Palestina lainnya juga ditembak mati di dekat pusat distribusi bantuan di barat Rafah.

Berdasarkan data yang dihimpun Anadolu, sejak 27 Mei 2025, jumlah warga Palestina yang tewas saat mencoba mengakses bantuan kemanusiaan telah mencapai 115 orang, dengan lebih dari 580 terluka dan sembilan lainnya hilang.

Pada Jumat, hari pertama Idul Adha, 33 warga Palestina tewas dalam berbagai serangan Israel di Gaza. Ini adalah Idul Adha keempat yang kelam bagi warga Gaza sejak perang genosida Israel dimulai, yang telah menewaskan hampir 54.700 warga Palestina. Agresi ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menyebabkan kelaparan massal dan menjadikan Gaza sebagai wilayah yang tidak layak huni lagi.

Situasi di Gaza menunjukkan intensitas konflik yang meningkat, dengan peringatan keras dari Hamas dan pengakuan Israel akan kebutuhan mendesak akan lebih banyak pasukan. Sementara itu, penderitaan warga sipil Palestina terus menjadi sorotan di tengah serangan yang tiada henti.(Mun)

TRENDING

Exit mobile version