DUNIA
Dituduh Mata-mata, Rusia Usir Diplomat Inggris Gareth Samuel Davies dari Moskow
AKTUALITAS.ID – Pemerintah Rusia mengumumkan pencabutan akreditasi dan pengusiran seorang diplomat Inggris yang tercatat sebagai sekretaris kedua di Kedutaan Inggris di Moskow setelah menuduh yang bersangkutan merangkap sebagai anggota intelijen. Langkah itu diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis (15/1/2026) dan menambah ketegangan yang sudah berlangsung lama antara kedua negara.
Badan keamanan Rusia FSB menyebut nama diplomat yang diusir sebagai Gareth Samuel Davies. Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil charge d’affaires Kedutaan Inggris untuk menyampaikan protes keras dan menyatakan bahwa akreditasi Davies dicabut. “Kreditasi individu tersebut dicabut. Ia diwajibkan meninggalkan Federasi Rusia dalam waktu dua minggu,” kata pernyataan kementerian, yang dikutip media internasional.
Hingga laporan ini disusun, pihak Inggris belum memberikan komentar resmi terkait pengusiran tersebut. Ketegangan diplomatik antara Moskow dan London bukan hal baru; kedua negara beberapa kali saling mengusir staf kedutaan dan saling menuduh melakukan kegiatan intelijen selama puluhan tahun.
Insiden ini mengingatkan kembali sejumlah peristiwa besar yang memperburuk hubungan bilateral, termasuk kasus peracunan pembelot Alexander Litvinenko di London pada 2006 dan peracunan mantan agen ganda Sergei Skripal di Salisbury pada 2018. Kedua insiden tersebut memicu tuduhan serius dan aksi diplomatik yang signifikan antara Rusia dan negara-negara Barat.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, komunikasi tingkat tinggi antara Kremlin dan Downing Street praktis terhenti. Hubungan itu semakin renggang karena dukungan Inggris yang kuat kepada Ukraina; Perdana Menteri Inggris Keir Starmer beberapa kali bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan menjadi salah satu pengkritik vokal kebijakan Kremlin.
Baru-baru ini, Inggris dan Prancis menandatangani deklarasi niat terkait penempatan pasukan di Ukraina pasca-gencatan senjata, sebuah langkah yang ditolak Moskow dengan pernyataan bahwa pasukan tersebut akan menjadi “target militer sah.” Langkah-langkah seperti itu turut memperumit hubungan diplomatik dan menambah latar ketegangan saat ini.
Pengusiran diplomat kali ini diperkirakan akan memicu reaksi diplomatik dari London, termasuk kemungkinan pemanggilan duta besar Rusia atau tindakan balasan berupa pengusiran staf kedutaan Rusia di Inggris, sebagaimana pola yang sering muncul dalam perselisihan intelijen bilateral. (Mun)
-
JABODETABEK18/03/2026 12:30 WIBPolisi: Tidak Ada One Way Penuh di Jalur Puncak hingga Lebaran
-
NASIONAL18/03/2026 13:00 WIBKemenhub: Tak Ada Penghentian Penerbangan Internasional
-
NASIONAL18/03/2026 10:00 WIBBantah Isu Liar, TNI Selidiki Dugaan Prajurit Terlibat Kasus Air Keras KontraS
-
OASE18/03/2026 05:00 WIBSurah Al-Mutaffifin Ingatkan Pedagang tentang Hari Pembalasan
-
NASIONAL18/03/2026 14:00 WIBMUI Imbau Umat Tunggu Penetapan Lebaran Resmi
-
EKBIS18/03/2026 10:30 WIBRupiah Naik 0,25% ke Rp16.955 per Dolar AS
-
EKBIS18/03/2026 11:34 WIBHarga Emas Antam Naik ke Rp2,996 Juta per Gram
-
DUNIA18/03/2026 12:00 WIBNgeri! Iran Hujani Israel dan Pangkalan AS dengan Rudal Berhulu Ledak 2 Ton