Connect with us

DUNIA

Tensi AS-Iran Makin Tinggi, Kapal Perusak USS Delbert D. Black Tiba di Timteng

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Amerika Serikat kembali meningkatkan kekuatan militernya di Timur Tengah dengan mengirim kapal perang tambahan di tengah memanasnya ketegangan dengan Iran. Kapal perusak USS Delbert D. Black dilaporkan telah tiba di kawasan tersebut, menambah deretan armada Angkatan Laut AS yang bersiaga menghadapi potensi konflik.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi kepada Reuters, Kamis (29/1/2026), bahwa kehadiran USS Delbert D. Black membuat jumlah kapal perusak AS yang beroperasi di Timur Tengah kini mencapai enam unit.

Kapal perang tersebut dikerahkan untuk memperkuat Gugus Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln, yang sudah lebih dahulu tiba dan beroperasi di kawasan sejak awal pekan ini. Informasi tersebut juga dilaporkan oleh media AS, CBS.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengakui telah mengirim “armada lainnya” ke Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa (27/1/2026), sehari setelah USS Abraham Lincoln dilaporkan tiba di wilayah tersebut pada Senin (26/1/2026).

Penguatan militer ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Trump secara terbuka mengindikasikan kemungkinan serangan militer terhadap Iran apabila Teheran tidak melanjutkan perundingan terkait program nuklirnya.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa Washington siap menggunakan “semua opsi” untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Meski demikian, Hegseth menyatakan bahwa jalur diplomasi masih terbuka.

Hubungan AS-Iran kembali memanas setelah pecahnya demonstrasi berdarah di Iran akibat krisis ekonomi. Amerika Serikat awalnya menyoroti kematian para pedemo sebagai alasan tekanan terhadap Teheran, namun belakangan fokus Washington bergeser ke isu program nuklir Iran.

Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan tinggal diam jika diserang. Pemerintah Teheran menyatakan siap berperang secara penuh dan pada 27–29 Januari menggelar latihan militer besar-besaran di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.

Situasi ini meningkatkan kekhawatiran internasional akan potensi konflik terbuka di Timur Tengah yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version