DUNIA
Khamenei: AS Tak Akan Mampu Hancurkan Iran
AKTUALITAS.ID – Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, melontarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat (AS) dengan menyebut kapal induk Negeri Paman Sam bisa ditenggelamkan.
Dalam pidatonya di Tabriz pada 17 Februari, Khamenei menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang disebutnya kerap membanggakan kekuatan militer Amerika.
“Kapal perang memang aset militer berbahaya. Namun, yang lebih berbahaya adalah senjata yang dapat menenggelamkan kapal perang itu ke dasar laut,” ujar Khamenei, seperti dikutip dari laman resminya.
Pernyataan Khamenei muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington terkait program nuklir Iran. Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan terbatas jika negosiasi nuklir tidak mencapai kesepakatan.
AS menuntut Iran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium. Namun, Iran menegaskan program nuklirnya bertujuan damai untuk kepentingan energi, kesehatan, pertanian, dan industri.
Khamenei juga menyebut AS tidak berhak mencampuri urusan industrialisasi dan pertahanan Iran. Ia menegaskan setiap negara memiliki hak untuk mengembangkan fasilitas nuklir damai sesuai ketentuan internasional.
Di tengah memanasnya situasi, AS dilaporkan memperkuat armada militernya di kawasan Timur Tengah. Kapal induk USS Abraham Lincoln telah siaga sejak Januari.
Selain itu, kapal induk terbesar dunia, USS Gerald R. Ford, terdeteksi berada di kawasan Mediterania untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran.
Iran pun menegaskan siap membalas jika diserang dan mengancam akan menargetkan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Selain soal nuklir, Khamenei juga menanggapi tuntutan AS agar Iran menghentikan program rudal balistiknya. Menurutnya, sistem persenjataan penangkal merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap negara untuk mempertahankan diri.
“Jika suatu negara tidak memiliki senjata penangkal, negara itu akan hancur di bawah kaki musuh-musuhnya,” tegasnya.
Meski retorika kedua negara semakin tajam, Iran menyatakan negosiasi nuklir masih berjalan. Namun, ancaman militer dari kedua belah pihak memperlihatkan ketegangan geopolitik yang belum mereda. (Mun)
-
POLITIK24/07/2026 07:00 WIBPrabowo Tuding Wartawan Londo Ireng
-
NASIONAL23/07/2026 20:30 WIBAbraham Samad: Prabowo Harus Awasi Proses Hukum Dugaan Korupsi Febrie
-
DUNIA23/07/2026 22:00 WIBHouthi Paksa Kapal di Laut Merah Putar Balik
-
EKBIS23/07/2026 18:30 WIBRegulasi Berbelit Bikin Dana Lingkungan Rp22 Triliun Tak Terpakai
-
EKBIS23/07/2026 18:00 WIBMentan Amran Targetkan Swasembada Gula Putih Tercapai dalam Dua Tahun
-
NUSANTARA23/07/2026 20:00 WIBTekan Kriminalitas Jalanan, Bandung Terapkan Jam Malam Pelajar dan Patroli Bersenjata
-
EKBIS23/07/2026 21:00 WIBJumhur Hidayat Dorong Perusahaan Bentuk Divisi Biodiversitas dan Perdagangan Karbon
-
NASIONAL23/07/2026 19:30 WIBPBNU Minta Hotman Paris Hormati Wartawan dan Tak Seret Nama Prabowo