DUNIA
Krisis Media AS: Washington Post Pangkas Sepertiga Karyawan
AKTUALITAS.ID – Surat kabar ternama Amerika Serikat, The Washington Post, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap sekitar sepertiga dari total karyawannya pada pekan ini. Kebijakan tersebut diperkirakan akan berdampak pada ratusan karyawan di berbagai divisi, termasuk ruang redaksi.
Media massa yang dimiliki pendiri Amazon.com Jeff Bezos itu menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran di seluruh perusahaan, menyusul tekanan finansial dan penurunan jumlah pembaca.
Juru bicara serikat pekerja Washington-Baltimore News Guild, yang mewakili karyawan Washington Post, mengatakan bahwa ruang redaksi akan kehilangan “ratusan” staf akibat kebijakan tersebut.
“Washington Post mengambil sejumlah tindakan sulit namun tegas hari ini untuk masa depan kami, yang merupakan restrukturisasi signifikan di seluruh perusahaan,” demikian pernyataan resmi manajemen Washington Post, dikutip dari Reuters.
Manajemen menyebut, langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisi perusahaan di tengah perubahan lanskap industri media.
“Langkah-langkah ini dirancang untuk mempertajam fokus kami dalam memberikan jurnalisme khas yang membedakan The Post, dan yang terpenting, melibatkan pelanggan kami,” lanjut pernyataan tersebut.
Editor Eksekutif Matt Murray menjelaskan bahwa pengurangan staf akan berdampak pada sejumlah meja redaksi, termasuk kanal internasional, editorial, metropolitan, dan olahraga.
Pengumuman PHK ini disampaikan hanya beberapa hari setelah Washington Post, yang didirikan pada 1877, memutuskan untuk mengurangi liputan Olimpiade Musim Dingin 2026, sebagai bagian dari upaya efisiensi di tengah kerugian keuangan yang terus berlanjut.
“Sejak lama, kita beroperasi dengan struktur yang terlalu berakar pada masa ketika kita adalah surat kabar lokal yang hampir memonopoli,” kata Murray.
“Kita membutuhkan jalan baru ke depan dan fondasi yang lebih kokoh,” imbuhnya.
Keputusan PHK tersebut memicu reaksi keras dari internal redaksi. Seorang reporter Washington Post bahkan menyebut kebijakan itu sebagai sebuah “pembantaian” terhadap ruang redaksi.
Washington Post diketahui mengalami penurunan signifikan jumlah pembaca dan pendapatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Alliance for Audited Media, sirkulasi harian rata-rata berbayar Washington Post pada 2025 tercatat hanya 97.000 eksemplar, turun tajam dari sekitar 250.000 eksemplar pada 2020.
Kondisi ini sejalan dengan tren yang dialami banyak surat kabar besar di Amerika Serikat. Media cetak di kota-kota besar, seperti Los Angeles Times, juga menghadapi tekanan berat akibat pergeseran konsumsi berita ke media sosial dan platform digital.
Sebelumnya, Washington Post telah melakukan sejumlah langkah efisiensi. Pada 2024, perusahaan mengumumkan PHK di beberapa fungsi bisnis dengan klaim tidak menyentuh ruang redaksi. Bahkan pada 2023, Washington Post sempat menawarkan paket pemutusan hubungan kerja sukarela kepada karyawan di semua divisi, di tengah kerugian yang dilaporkan mencapai US$100 juta. (Mun)
-
RIAU10/02/2026 19:30 WIBKasus Gajah Mati di Konsesi PT RAPP Estate Ukui, Begini Penjelasan Kapolres Pelalawan
-
FOTO10/02/2026 21:58 WIBFOTO: Istana Gelar Rapat Pimpinan TNI-POLRI
-
EKBIS10/02/2026 18:00 WIBDua Petinggi Dana Syariah Indonesia Ditahan Bareskrim Polri
-
POLITIK11/02/2026 06:00 WIBCak Imin Masih Berpeluang Jadi Cawapres Prabowo, Tapi…
-
OTOTEK10/02/2026 20:00 WIBTak Mau Kalah, Toyota Andalkan Koleksi Mobil Hybrid
-
NASIONAL10/02/2026 20:30 WIBUang 50 Ribu Dolar AS Disita KPK, Usai Geledah Kantor dan Rumdis Ketua PN Depok
-
POLITIK11/02/2026 09:00 WIBPengamat: Proposal Zulhas Cawapres Prabowo Bukan Harga Mati bagi PAN
-
DUNIA10/02/2026 19:00 WIBKunjungan Pemimpin Israel Diprotes Ribuan Warga Australia