Connect with us

DUNIA

AS Ancam Akan Lancarkan Serangan Dahsyat

Aktualitas.id -

Gedung di Teheran, Iran, hancur akibat serangan Amerika Serikat-Iran, Senin (23/3/2026). (Xinhua/Shadati).

AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan melancarkan serangan dahsyat terhadap Iran jika Teheran menolak untuk menjalin kesepakatan terkait perang oleh AS-Israel.

“Presiden Trump tidak menggertak dan dia siap melancarkan serangan yang dahsyat. Segala bentuk kekerasan setelah ini, akan terjadi karena Iran menolak untuk mengerti bahwa mereka telah kalah dan menolak untuk menjalin kesepakatan,” ujar Leavitt, dalam sebuah taklimat pers Gedung Putih.

Namun, Leavitt menolak mengungkapkan dengan pihak mana Washington tengah bernegosiasi terkait cara mengakhiri perang dengan Iran.

“Kami tidak akan memerinci negosiasi dan pembicaraan yang masih berlangsung ini karena, tentu saja, seperti yang dapat Anda bayangkan, hal itu merupakan pembicaraan diplomatik yang sangat sensitif,” kata Leavitt.

Leavitt berpendapat perang yang meletus sejak 28 Februari 2026 diperkirakan akan terus berlanjut selama empat hingga enam pekan.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyatakan tidak ada pembicaraan atau negosiasi antara Iran dan AS, pada sesi wawancara eksklusif dengan India Today Rabu kemarin.

“Tidak ada pihak yang dapat memercayai diplomasi AS,” tutur Baghaei, sembari mengatakan bahwa Iran memiliki pengalaman yang sangat buruk dengan diplomasi AS, yang tecermin dari serangan-serangan AS selama perundingan terkait isu nuklir di masa lalu.

Ebrahim Zolfaghari, selaku juru bicara komando militer utama Iran Markas Pusat Khatam al-Anbiya, menyampaikan AS sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri akibat perselisihan internal.

Zolfaghari mendesak AS agar berhenti menyamarkan kekalahannya sebagai “kesepakatan,” seraya menambahkan, “kekuatan strategis yang dibanggakan oleh pihak musuh telah berubah menjadi kekalahan strategis”.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING

Exit mobile version