Connect with us

DUNIA

Netanyahu Sebut Pakistan Tak Layak Jadi Mediator

Aktualitas.id -

Netanyahu Sebut Pakistan Tak Layak Jadi Mediator, Foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan internasional meningkat setelah Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyebut Israel sebagai “kutukan bagi kemanusiaan”. Pernyataan itu memicu reaksi keras dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Komentar Khawaja Asif yang disampaikan melalui media sosial tersebut menyoroti aksi militer Israel di Lebanon yang disebutnya telah menewaskan ratusan warga sipil.

Ia juga mengaitkan serangan tersebut dengan rangkaian konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk di Gaza dan Iran.

“Israel itu jahat dan kutukan bagi umat manusia,” tulis Asif dalam unggahannya.

Pernyataan tersebut langsung menuai kecaman dari pemerintah Israel. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut pernyataan itu “keterlaluan” dan tidak dapat diterima, terlebih Pakistan saat ini berperan sebagai mediator dalam negosiasi perdamaian antara Iran dan Israel.

“Seruan tersebut tidak dapat ditoleransi dari pemerintah mana pun, terutama yang mengklaim sebagai penengah netral,” demikian pernyataan resmi kantor Netanyahu.

Senada, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, mengecam keras pernyataan Asif dan menyebutnya sebagai bentuk anti-Semit.

“Fitnah anti-Semit yang terang-terangan dari pemerintah yang mengklaim menengahi perdamaian,” ujar Sa’ar.

Ia juga menegaskan bahwa Israel akan terus mempertahankan diri dari ancaman yang dianggap berupaya menghancurkan negara tersebut.

Di sisi lain, situasi di Lebanon terus memanas. Serangan udara Israel dilaporkan menyasar sejumlah wilayah di Lebanon selatan yang menjadi basis Hizbullah.

Laporan terbaru menyebut ratusan warga tewas dan ribuan lainnya luka-luka sejak eskalasi konflik meningkat pada awal Maret 2026.

Serangan udara kembali terjadi di beberapa kota, termasuk distrik Tyre dan Sarafand, sementara milisi Hizbullah juga melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel seperti Galilee, Ashdod, dan Haifa.

Konflik ini terjadi di tengah upaya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. Namun, terdapat perbedaan pandangan terkait apakah Lebanon termasuk dalam cakupan kesepakatan tersebut.

Situasi yang terus memanas ini memperlihatkan kompleksitas konflik di Timur Tengah, sekaligus menambah ketegangan diplomatik antara negara-negara yang terlibat.

Pernyataan keras dari Pakistan dan respons tegas Israel dinilai berpotensi memperluas eskalasi, terutama di tengah upaya internasional untuk meredakan konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version