Connect with us

DUNIA

Ancaman Terbaru Houthi Guncang Arab Saudi

Aktualitas.id -

Anggota pemberontak Houthi melakukan unjuk rasa menentang serangan AS dan Inggris di Sanaa, Yaman, pada Minggu, 14 Januari 2024. (AP)

AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan koalisi pimpinan Arab Saudi kembali memanas. Houthi mengeluarkan peringatan keras kepada warga sipil, pekerja, hingga pelaku sektor energi agar menjauhi fasilitas minyak Arab Saudi di tengah meningkatnya eskalasi militer di kawasan.

Tak hanya itu, kelompok tersebut bahkan menyatakan wilayah udara Arab Saudi tidak aman, kecuali kawasan di atas Kota Mekah dan Madinah yang dianggap sebagai dua kota suci umat Islam.

Peringatan tersebut disampaikan melalui kantor berita Saba yang dikelola Houthi dengan mengutip sumber militer internal kelompok tersebut.

“Wilayah udara Saudi tidak aman, kecuali di atas Mekah dan Madinah,” demikian pernyataan sumber militer yang dikutip media Houthi.

Dalam pernyataan yang sama, Houthi juga memperingatkan seluruh pihak yang telah menerima ancaman sebelumnya agar tidak mengabaikan pesan yang mereka sampaikan. Meski demikian, kelompok tersebut tidak menjelaskan secara rinci bentuk ancaman maupun target operasi yang dimaksud.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya serangan balasan antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir.

Selain menyasar aspek keamanan, Houthi juga mengirim pesan kepada para investor perusahaan energi raksasa Arab Saudi, Aramco. Mereka menyarankan para pemegang saham untuk mempertimbangkan menarik investasinya guna menghindari kemungkinan kerugian yang dapat timbul akibat meningkatnya konflik.

“Untuk menghindari kerugian, kami menyarankan para pemegang saham Aramco untuk menarik saham mereka sebelum terlambat,” ujar sumber tersebut.

Peringatan terbaru itu muncul setelah sejumlah insiden keamanan dilaporkan terjadi di wilayah Arab Saudi. Sebuah proyektil dilaporkan menghantam kawasan permukiman di Kota Najran dan menyebabkan beberapa warga terluka.

Di sisi lain, koalisi militer pimpinan Saudi mengklaim berhasil mencegat serta menghancurkan dua rudal balistik yang diluncurkan menuju Kota Khamis Mushait.

Rangkaian insiden tersebut semakin mempertegas meningkatnya intensitas konflik antara kedua pihak sejak awal Oktober 2026.

Koalisi pimpinan Saudi sebelumnya juga mengumumkan operasi militer berskala besar yang diklaim bertujuan melemahkan kemampuan tempur Houthi.

Sebagai respons, kelompok Houthi terus meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone yang menyasar berbagai fasilitas strategis, termasuk kawasan bandara dan infrastruktur penting di Arab Saudi.

Situasi yang terus memanas itu kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. Selain berpotensi mengganggu keamanan regional, eskalasi konflik juga berisiko menimbulkan dampak terhadap sektor energi global mengingat Arab Saudi merupakan salah satu produsen minyak terbesar dunia.

Dengan saling klaim dan serangan yang masih berlangsung, kawasan Teluk kini kembali berada dalam sorotan dunia sebagai salah satu titik panas geopolitik yang paling berisiko pada 2026. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version