Connect with us

DUNIA

Netanyahu Naik Pitam Usai Israel Dituding Curi Tanah Palestina

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan respons keras terhadap tudingan yang menyebut Israel sebagai penjajah di wilayah Palestina. Dalam pernyataan terbarunya, Netanyahu menolak anggapan bahwa Israel telah mencuri tanah Palestina dan bahkan menyinggung sejarah kolonial Belanda di Indonesia.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama mengkritik kebijakan Israel dalam konflik Timur Tengah. Obama menilai rakyat Palestina mengalami ketidakadilan akibat kehilangan tanah dan hak-hak mereka selama puluhan tahun konflik berlangsung.

Menanggapi kritik tersebut, Netanyahu menegaskan bahwa bangsa Yahudi bukanlah penjajah asing di kawasan yang mereka sebut sebagai tanah leluhur.

“Saya mendengar pernyataan yang amat disayangkan yang mengatakan bahwa Israel telah mencuri tanah. Saya akan merespons ini,” ujar Netanyahu melalui akun X miliknya.

Netanyahu menolak keras narasi yang menyamakan Israel dengan kekuatan kolonial masa lalu. Ia menegaskan bahwa sejarah bangsa Yahudi tidak memiliki akar kolonial dan mengklaim wilayah tersebut merupakan tanah air mereka sejak ribuan tahun lalu.

“Orang-orang Yahudi bukan penjajah asing di tanah moyang kami. Sejarah kami bukan sejarah kolonial. Tanah kami bukan hasil curian. Ini tanah air kami yang disebut Judea,” kata Netanyahu.

Dalam pernyataan yang langsung menyita perhatian publik internasional, Netanyahu bahkan menyebut beberapa contoh negara kolonial di masa lampau.

“Kami bukan Belanda di Indonesia. Kami bukan Belgia di Kongo. Kami orang-orang Yahudi di tanah Yudea,” tegasnya.

Netanyahu juga menilai hambatan utama perdamaian bukan berasal dari Israel, melainkan dari pihak-pihak yang menolak mengakui keberadaan negara Yahudi.

Menurutnya, konflik berkepanjangan terjadi karena musuh-musuh Israel belum menerima hak bangsa Yahudi untuk memiliki negara sendiri dalam batas wilayah apa pun.

Sementara itu, Obama pada pekan lalu kembali mengkritik pendekatan Israel dalam konflik Timur Tengah. Ia mengingatkan bahwa kekuatan militer semata tidak dapat menjamin keamanan jangka panjang dan memperingatkan bahwa keengganan memberikan konsesi kepada Palestina dapat merusak posisi moral Israel di mata dunia.

Meski mengakui sejarah panjang diskriminasi dan persekusi terhadap orang Yahudi di Eropa, Obama menegaskan rakyat Palestina juga mengalami ketidakadilan akibat kehilangan tanah mereka.

Pernyataan saling berbalas antara dua tokoh dunia tersebut kembali menyoroti perdebatan lama mengenai sejarah, legitimasi wilayah, dan masa depan perdamaian Israel-Palestina yang hingga kini masih jauh dari kata selesai. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version