DUNIA
Inggris Mau Akui Palestina, Bikin Netanyahu Sewot
AKTUALITAS.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sewot setelah PM Inggris Keir Starmer mengumumkan akan mengakui kemerdekaan Palestina di pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), September mendatang.
Netanyahu mengatakan keputusan Starmer mengakui kedaulatan Palestina merupakan bentuk dukungan terhadap aksi “terorisme mengerikan Hamas”.
“Starmer memberikan hadiah atas terorisme mengerikan Hamas dan menghukum para korbannya,” kata Netanyahu dalam unggahan di X, yang dilihat Kamis (31/72025).
Netanyahu pun melanjutkan bahwa ancaman serangan yang dialami Israel dengan kehadiran Palestina saat ini akan dirasakan oleh Inggris ke depannya.
“Negara jihadis di perbatasan Israel HARI INI akan mengancam Inggris BESOK. Upaya menenangkan teroris jihadis akan selalu gagal. Anda pun akan gagal. Hal itu tidak akan terjadi,” seru Netanyahu, seperti dikutip Politico.
Starmer mengultimatum Israel bahwa Inggris akan mengakui kemerdekaan Palestina jika Tel Aviv tidak segera mengakhiri serangan di Gaza.
“Israel harus mengakhiri situasi yang mengerikan di Gaza, menyetujui gencatan senjata dan berkomitmen untuk perdamaian jangka panjang yang berkelanjutan, (dan) menghidupkan kembali prospek (solusi dua negara),” ucap Starmer.
Starmer mengatakan sejak awal Inggris sudah menegaskan akan mengakui Palestina sebagai negara jika solusi dua negara atau two-state solution tercapai. Namun, kerangka itu tampaknya telah berada “di bawah ancaman” sehingga Inggris mesti “bertindak.”
Ini merupakan ultimatum keras dari Inggris menyusul protes global terhadap Israel belakangan ini. Masyarakat dunia ramai-ramai mengutuk Israel karena telah mengakibatkan krisis kelaparan akut di Gaza.
Lebih dari 100 warga Gaza tewas akibat kelaparan, di mana mayoritas ialah anak-anak, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Lebih dari 900 ribu anak di Gaza saat ini kelaparan, bahkan 70 ribu lainnya menunjukkan gejala malnutrisi.
Keputusan Starmer untuk mengakui Palestina ini akan menjadi desakan kuat kedua setelah Prancis. Sebelum Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah lebih dulu mengumumkan niat untuk mengakui kemerdekaan Palestina.
Macron juga menyatakan pengakuan kemerdekaan Palestina akan dilakukan Prancis pada September guna menyetop perang di Gaza.
“Kita membutuhkan gencatan senjata segera, pembebasan semua sandera, dan bantuan kemanusiaan besar-besaran bagi rakyat Gaza,” tulis Macron di X. (Ari Wibowo/goeh)
-
RIAU28/06/2026 01:10 WIBReplika Wisma Sri Mahkota Jadi Magnet Stand Bengkalis di MTQ Riau 2026
-
RIAU28/06/2026 11:59 WIBBupati Kasmarni Serahkan Piala Bergilir MTQ Riau, Target Bengkalis Rebut Kembali Gelar Juara
-
OASE28/06/2026 05:00 WIBRasulullah Teladan Akhlak Terbaik
-
NASIONAL27/06/2026 18:00 WIBFilipina Pesan Dua Kapal Perang dari PT PAL, Pengamat: Indonesia Makin Diperhitungkan
-
POLITIK27/06/2026 20:00 WIBPRI Perkuat Literasi Digital dan Komunikasi Publik Lewat Sayap Jurnalis dan Influencer
-
EKBIS27/06/2026 22:00 WIBKepastian Hukum Dinilai Penentu Stabilitas Ekonomi Nasional
-
NUSANTARA27/06/2026 23:00 WIBTerbesar se-Indonesia, Herman Deru Tetap Minta ABPEDNAS Sumsel Perkuat Pengawasan Desa
-
NASIONAL27/06/2026 19:30 WIBKronologi 5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil di Sejumlah Daerah