Connect with us

POLITIK

PRI Perkuat Literasi Digital dan Komunikasi Publik Lewat Sayap Jurnalis dan Influencer

Aktualitas.id -

Ketua Umum PRI, Muhammad Nazaruddin

AKTUALITAS.ID – Partai Rakyat Indonesia (PRI) memperkuat strategi komunikasi politiknya di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat. Langkah tersebut ditandai dengan peresmian sayap partai jurnalis dan influencer PRI yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat PRI, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Dalam struktur baru ini, M. Aditya Pahlevi dipercaya memimpin sayap partai jurnalis dan influencer PRI. Organisasi tersebut dibentuk sebagai ruang kolaborasi antara jurnalis, pegiat media digital, dan kreator konten untuk memperkuat arus informasi yang dinilai lebih edukatif, berimbang, dan bertanggung jawab.

Ketua Umum PRI, Muhammad Nazaruddin, menilai bahwa transformasi komunikasi politik menjadi kebutuhan mendesak di era digital. Ia mengatakan partai politik tidak bisa lagi mengandalkan pola komunikasi konvensional dalam menjangkau masyarakat.

“Di era digital, komunikasi publik menjadi kunci. Kami ingin menghadirkan ruang yang mampu menjembatani partai dengan masyarakat melalui informasi yang positif dan mencerdaskan,” ujar Nazaruddin dalam sambutannya, Sabtu (27/6/2026).

Ia menambahkan, kehadiran sayap baru ini diharapkan dapat memperkuat partisipasi publik dalam proses pembangunan nasional melalui penyebaran informasi yang lebih terbuka dan konstruktif.

Sementara itu, Ketua sayap partai jurnalis dan influencer PRI, M. Aditya Pahlevi, menegaskan komitmennya untuk menjaga profesionalisme serta etika dalam pengelolaan informasi digital. Menurutnya, ruang digital harus dimanfaatkan secara sehat dan tidak menjadi sumber disinformasi.

“Kami berkomitmen membangun wadah yang profesional, inklusif, dan tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik dalam setiap aktivitas komunikasi,” ujar Aditya.

Dirinya juga menyebut organisasi yang dipimpinnya akan menjadi ruang kolaborasi lintas profesi untuk meningkatkan kualitas literasi digital masyarakat. Ia menilai, kemampuan publik dalam menyaring informasi menjadi tantangan utama di era media sosial.

“Tujuan kami adalah memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus menghadirkan konten yang bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ke depan, sayap organisasi ini akan menjalankan sejumlah program seperti pelatihan jurnalistik, peningkatan kapasitas produksi konten digital, diskusi publik, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat luas.

TRENDING

Exit mobile version