EKBIS
IHSG Gagal Pertahankan Awal Hijau, Terjun ke Zona Merah
AKTUALITAS.ID – Harapan pasar akan kebangkitan rupanya hanya seumur jagung. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat meloncat cerah di awal perdagangan Selasa (3/6/2025), namun tak butuh waktu lama untuk terperosok ke zona merah, terseret tekanan jual yang cukup deras.
Mengacu pada data RTI, IHSG dibuka menguat di level 7.071,35, naik dari penutupan hari sebelumnya di 7.065,06. Sayangnya, indeks tak mampu bertahan. Hingga pukul 09.15 WIB, IHSG tergelincir 0,62% atau 42,65 poin ke level 7.021,45.
Langkah Mundur di Tengah Optimisme Global
Yang menarik, laju IHSG justru berlawanan dengan arah bursa Asia dan Wall Street yang cenderung positif. Di tengah geliat pasar global, investor domestik justru tampak waspada. Indeks LQ45 ikut terseret, turun tajam 0,93% ke posisi 788,43.
IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.090,35, namun tekanan jual mendorongnya menyentuh titik terendah di 7.013,79.
Sebanyak 285 saham memerah, hanya 161 saham menghijau, dan 192 saham stagnan. Aktivitas transaksi cukup ramai dengan 206.973 kali perdagangan, volume 4,5 miliar saham, dan nilai transaksi Rp 2,5 triliun. Sementara itu, rupiah tertahan di sekitar Rp 16.251 per dolar AS.
Sektor Saham Berguguran, Hanya Satu yang Selamat
Mayoritas sektor kompak melemah. Sektor infrastruktur menjadi pemberat utama setelah terkoreksi 1,11%. Sektor teknologi dan industri ikut goyah masing-masing 0,89% dan 0,87%. Hanya sektor basic materials yang masih bertahan di zona hijau meski tipis, naik 0,09%.
Tanda-Tanda Koreksi Masih Kuat
Sejak awal pekan, tekanan terhadap IHSG sudah terasa. Pada perdagangan Senin (2/6), IHSG terperosok 1,54% ke posisi 7.065,06. LQ45 bahkan lebih dalam, minus 2,31%.
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, mengatakan IHSG akan terus menguji area support kuat di 7.000. “Selama belum jebol, potensi melanjutkan tren naik masih terbuka,” ujarnya.
Sementara itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat IHSG kini berada di awal wave (b) dari wave A. “Artinya, risiko koreksi masih tinggi ke rentang 6.713–7.035,” ujarnya. Jika pun menguat, hanya sebatas menguji level 7.088–7.112.
Level Support dan Resistance IHSG Hari Ini:
Support: 7.009 dan 6.945
Resistance: 7.263 dan 7.324
Rekomendasi Saham Hari Ini:
BMRI – Bank Mandiri Tbk
PSAB – J Resources Asia Pasifik Tbk
TPIA – Chandra Asri Pacifik Tbk
JPFA – Japfa Comfeed Tbk
ADRO – Alamtri Resources Indonesia Tbk
ASII – Astra International Tbk
Pasar masih bergerak dalam ketidakpastian. Sentimen eksternal positif belum mampu mengangkat kepercayaan investor lokal. Untuk saat ini, pertahanan di level 7.000 menjadi benteng krusial — apakah akan jebol atau justru jadi titik balik? (Yan Kusuma/Mun)
-
EKBIS02/02/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam 2 Februari 2026: Naik Rp 167.000 per Gram
-
OASE02/02/2026 05:00 WIBPelajaran Tauhid dan Sains dalam Surat Al-Anbiya Ayat 1-30 yang Wajib Diketahui Muslim
-
NASIONAL02/02/2026 06:00 WIBDKPP Sidang Anggota KPU Papua Pegunungan Adi Wetipo Terkait Dugaan Status ASN Aktif
-
RAGAM02/02/2026 14:30 WIBNisfu Syaban 2026: Simak Tanggal dan Cara Melaksanakan Puasa Sunnah
-
JABODETABEK02/02/2026 07:30 WIBJangan Sampai Telat! Layanan SIM Keliling Jakarta 2 Februari 2026 Tutup Pukul 14.00
-
EKBIS02/02/2026 10:30 WIBMenanti Data Ekonomi RI, Rupiah Senin Ini Konsolidasi di Kisaran Rp16.770 per Dolar AS
-
POLITIK02/02/2026 14:00 WIBPartai Prima Tuding PDIP Ingin Kunci Demokrasi dengan Usulan Ambang Batas
-
EKBIS02/02/2026 09:30 WIBPasar Saham ‘Berdarah’! IHSG Senin Pagi Longsor Tembus ke Bawah 8.000