DUNIA
Kuota Beasiswa Pelajar Indonesia Terus Ditambah Pemerintah Rusia
AKTUALITAS.ID – Rusia setiap tahun menyediakan ratusan beasiswa bagi pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di berbagai jenjang. Tahun ini, beasiswa tersebut mencakup sekitar 200 mahasiswa sarjana, 80 magister, dan 20 doktoral.
Duta Besar Rusia Sergei Tolchenov mengumumkan peningkatan kuota beasiswa pemerintah Rusia bagi pelajar Indonesia menjadi 300 kursi saat membuka acara MGIMO Day di Jakarta.
“Tahun lalu Indonesia memperoleh kuota 250 beasiswa pemerintah Rusia. Karena pemanfaatannya optimal, kuota tersebut kami tingkatkan menjadi 300 tahun ini dan kami berharap dapat meningkat lagi,” katanya di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Ia menambahkan antusiasme pendaftar cukup tinggi, dengan ribuan calon mahasiswa Indonesia telah mendaftarkan diri.
Menurut Tolchenov, kerja sama beasiswa antara kedua negara menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, sehingga pemerintah Rusia meningkatkan kuota beasiswa bagi Indonesia.
“Kerja sama dalam bidang pendidikan adalah salah satu hal yang paling penting dalam hubungan kami dengan Indonesia,” katanya.
Acara MGIMO Day di Rumah Rusia (Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia) Jakarta dihadiri ratusan pelajar, mahasiswa, dan akademisi. MGIMO University merupakan perguruan tinggi berbasis di Moskow yang berada di bawah naungan Kementerian Luar Negeri Rusia.
(Yan Kusuma/goeh)
-
NASIONAL07/07/2026 07:00 WIBHeboh! Anak Menteri PU Masuk Rombongan Kunker ke New York
-
NASIONAL07/07/2026 13:00 WIBFernando Emas Desak Dody Hanggodo Minta Maaf
-
JABODETABEK07/07/2026 05:30 WIBBMKG Ungkap Kondisi Cuaca Jakarta 7 Juli 2026
-
JABODETABEK07/07/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Hadir di 5 Lokasi
-
OASE07/07/2026 05:00 WIBAl-Qur’an Bahas Perjuangan Ibu Melahirkan
-
RAGAM07/07/2026 14:30 WIBErupsi Anak Krakatau Hantam Wisata Selat Sunda
-
NASIONAL07/07/2026 14:47 WIBKejari Jabar Diminta Usut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Helikopter oleh KPU
-
NASIONAL07/07/2026 16:00 WIBRUU Keaman Siber Beri Peran Penyidikan bagi TNI, Ini Kata Komisi I