EKBIS
Bapanas Pastikan Harga Beras SPHP dan Minyakita Sesuai HET
AKTUALITAS.ID – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan (Satgas Saber Pangan) Provinsi Papua Tengah melakukan pemantauan harga pangan di Pasar Kalibobo, Kabupaten Nabire.
Bapanas memastikan harga beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, masih sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan pemerintah memperkuat langkah penstabilan harga pangan pokok strategis menjelang dan selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.
“Upaya tersebut dilakukan melalui pengawasan intensif oleh Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Tahun 2026 yang digencarkan di seluruh wilayah Indonesia,” kata Sarwo dalam keterangan di Jakarta, Minggu (8/2/20206).
Pemantauan itu dilakukan untuk memastikan keterjangkauan harga pangan pokok bagi masyarakat sekaligus menegaskan peran intervensi pemerintah melalui beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita dalam menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri.
Hasil pemantauan di tingkat pengecer pada pasar tersebut menunjukkan harga beras SPHP tercatat sebesar Rp13.500 per kilogram atau sesuai dengan HET. Sementara itu, harga Minyakita berada pada kisaran Rp15.700 per liter dan juga masih sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.
Selain itu, harga beras medium di Pasar Kalibobo tercatat Rp15.500 per kilogram atau masih sesuai dengan HET.
Keberadaan beras SPHP dan Minyakita dengan harga sesuai HET menjadi instrumen penting pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Dari sisi pengawasan, Dirreskrimsus Polda Papua Tengah Kombes Pol A. Wakhid Prio Utomo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal stabilitas harga dan ketersediaan pangan di wilayah Papua Tengah, guna mencegah potensi lonjakan harga dan praktik yang merugikan masyarakat.
“Kami berharap tidak terjadi kenaikan harga bahan pangan yang signifikan di wilayah Papua Tengah. Oleh karena itu, kami akan secara terus-menerus melakukan pemantauan terhadap harga dan stok pangan yang ada,” ujar Wakhid.
Dari sisi ketersediaan, Bulog Kantor Cabang Nabire saat ini memiliki stok beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebesar 685 ton, beras SPHP sebesar 42 ton, serta Minyakita sebanyak 7.260 liter.
Stok tersebut dinilai cukup untuk mendukung upaya stabilisasi harga pangan di wilayah Nabire dan sekitarnya.
(Purnomo/goeh)
-
RIAU10/02/2026 19:30 WIBKasus Gajah Mati di Konsesi PT RAPP Estate Ukui, Begini Penjelasan Kapolres Pelalawan
-
FOTO10/02/2026 21:58 WIBFOTO: Istana Gelar Rapat Pimpinan TNI-POLRI
-
POLITIK11/02/2026 06:00 WIBCak Imin Masih Berpeluang Jadi Cawapres Prabowo, Tapi…
-
NASIONAL10/02/2026 20:30 WIBUang 50 Ribu Dolar AS Disita KPK, Usai Geledah Kantor dan Rumdis Ketua PN Depok
-
POLITIK11/02/2026 09:00 WIBPengamat: Proposal Zulhas Cawapres Prabowo Bukan Harga Mati bagi PAN
-
OTOTEK10/02/2026 20:00 WIBTak Mau Kalah, Toyota Andalkan Koleksi Mobil Hybrid
-
POLITIK11/02/2026 10:00 WIBGerindra: Keputusan Cawapres Prabowo 2029 Tergantung Koalisi
-
EKBIS11/02/2026 10:30 WIBDolar AS Keok, Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Pesta Pora