Connect with us

EKBIS

Produksi Minyak Lewat Intervensi Sumur Terus Ditingkatkan PEP Zona 4

Aktualitas.id -

PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 meningkatkan produksi minyak melalui kegiatan intervensi sumur (well intervention) pada sumur LBK-29 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. (Humas Pertamina).

AKTUALITAS.ID – PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 terus meningkatkan produksi migas melalui penemuan sumur baru dan optimalisasi sumur eksisting dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, kesehatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE).

PEP Zona 4 juga meningkatkan produksi minyak melalui kegiatan intervensi sumur (well intervention) LBK-29 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto, mengatakan upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi sumur eksisting guna mendorong peningkatan produksi migas.

Pada uji alir awal 24 Maret 2026, sumur LBK-29 mampu memproduksi 552 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 0,35 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

“PEP Zona 4 tidak hanya berfokus pada pengeboran sumur baru, tetapi juga melakukan optimalisasi sumur yang sudah ada agar dapat meningkatkan produksi secara efisien, rendah risiko, dan berkelanjutan,” katanya dalam keterangan pers di Palembang, Sabtu (4/4/2026).

Ia menjelaskan sumur LBK-29 sebelumnya memiliki kemampuan produksi sebesar 205 BOPD, namun berhenti mengalir sejak 13 Maret 2026 akibat menurunnya tenaga alamiah reservoir.

Untuk mengembalikan produksi, PEP Zona 4 melakukan intervensi pada 20 hingga 24 Maret 2026 dengan menerapkan teknologi artificial lifting menggunakan electric submersible pump (ESP).

Melalui teknologi tersebut, minyak dari dasar sumur diangkat ke permukaan menggunakan prinsip pompa sentrifugal sebelum dialirkan ke stasiun pengumpul.

Metode tersebut dinilai efektif karena mampu menghasilkan laju produksi tinggi, operasi yang relatif stabil, serta mudah dikendalikan, khususnya untuk sumur dalam seperti LBK-29.

Keberhasilan itu merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING

Exit mobile version