EKBIS
Jelang Idul Fitri, PTPN PalmCo Jaga Harga Minyakita Sesuai HET
AKTUALITAS.ID – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia dan produk turunannya sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai sekitar 24,42 miliar dolar AS atau meningkat 21,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Subholding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero), PTPN IV PalmCo, memastikan harga minyak goreng rakyat Minyakita di tingkat distributor tetap berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) pemerintah guna menjaga stabilitas harga selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri 1447 H.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan anak usaha perusahaan, PT Industri Nabati Lestari (INL), menjual Minyakita kepada distributor dengan harga sekitar Rp13.439 per liter.
“Sebagai BUMN yang bergerak di industri perkebunan sawit, kami memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat bisa menjalani ibadah puasa hingga Idul Fitri tanpa terbebani lonjakan harga minyak goreng,” kata Jatmiko berdasarkan keterangannya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).
Ia menambahkan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng rakyat di pasar.
Jatmiko menjelaskan harga Rp13.439 per liter merupakan harga penjualan kepada mitra distributor secara business to business (B2B), bukan harga langsung ke konsumen akhir di pasar.
Menurut dia, pemberian margin di tingkat distributor tersebut diharapkan dapat menjaga harga minyak goreng tetap sesuai dengan HET pemerintah sebesar Rp15.700 per liter saat sampai ke tangan masyarakat.
“Menindaklanjuti ketegasan Bapak Menteri Pertanian, kami konsisten menerapkan harga jual yang rasional di tingkat hulu untuk memutus mata rantai anomali harga,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti adanya anomali harga minyak goreng di pasar domestik setelah menemukan Minyakita dijual di atas HET saat inspeksi mendadak di Pasar Kebayoran Jakarta.
Amran menegaskan minyak goreng rakyat tidak boleh mahal, mengingat Indonesia merupakan produsen sawit terbesar di dunia.
Selain menjaga harga, PalmCo juga meningkatkan kapasitas produksi untuk memastikan pasokan minyak goreng tetap tersedia selama puncak konsumsi Ramadhan hingga Lebaran.
Produksi CPO perusahaan ditargetkan meningkat lebih dari 10,5 persen menjadi sekitar 225.940 ton pada April 2026, sementara produksi minyak goreng ritel oleh INL dipacu menjadi sekitar 4,2 juta liter pada Maret dan ditargetkan naik menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada April.
“Seluruh kapasitas produksi pabrik kami saat ini difokuskan penuh untuk Minyakita, bahkan dengan menunda sementara produksi beberapa merek komersial internal,” tutur Jatmiko.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan minyak goreng rakyat di pasar sekaligus memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
(Ari Wibowo/goeh)
-
NASIONAL05/07/2026 17:00 WIBPengakuan Raja Juli soal Amplop dari Bupati Kuansing, KPK: Pengembalian Tak Gugurkan Pidana
-
NASIONAL05/07/2026 19:00 WIBKPK: Amplop Untuk Raja Juli Berasal dari SHU Petani Kuansing
-
EKBIS05/07/2026 22:00 WIBBulog Pastikan Serap Hasil Panen Petani Papua Selatan untuk Swasembada Pangan
-
OLAHRAGA05/07/2026 16:00 WIBMeksiko Hadapi Inggris di 16 Besar Piala Dunia 2026, Misi Akhiri Penantian 40 Tahun
-
RAGAM05/07/2026 10:30 WIBNASA: RI Masuk Zona Rawan Kenaikan Air Laut
-
NASIONAL05/07/2026 18:00 WIBRekam Jejak Irjen Wibowo Kakorlantas Polri Baru
-
OTOTEK05/07/2026 18:30 WIBJaguar Obral Mobil Baru Diskon hingga Puluhan Juta Rupiah, Ini Daftar Modelnya
-
NASIONAL05/07/2026 10:00 WIBMenko Cak Imin Semprot Akademisi yang Mendadak Bisu di Birokrasi