Connect with us

EKBIS

Rupiah Rebound di Tengah Dinamika Suku Bunga The Fed

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,27% ke level Rp16.755 per dolar AS pada awal perdagangan Kamis (26/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah tercatat menguat lebih lanjut ke Rp16.749 per dolar AS pada pukul 09.15 WIB, naik 0,30% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.800.

Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan variatif mata uang Asia. Yen Jepang naik 0,35%, yuan China 0,25%, won Korea Selatan 0,50%, dan dolar Singapura 0,02%. Sementara baht Thailand dan dolar Hong Kong melemah tipis masing-masing 0,04% dan 0,03%.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyebut pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Probabilitas penurunan suku bunga pada Juni turun ke 50%, terendah sepanjang tahun ini. Ekspektasi pemangkasan ketiga bahkan nyaris hilang.

Investor juga mencermati pidato pejabat The Fed dan lelang obligasi pemerintah AS senilai USD70 miliar sebagai penentu arah kebijakan moneter ke depan.

Dari dalam negeri, pasar menyoroti instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menilai dampak putusan Mahkamah Agung AS yang menolak kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Penolakan ini membuka peluang tarif global baru sebesar 15%, yang bisa berdampak pada perjanjian dagang AS-Indonesia.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga stabilitas rupiah dan inflasi dalam target APBN. BI juga membuka ruang pelonggaran lanjutan setelah pemangkasan suku bunga sebesar 150 basis poin sejak September 2024.

Meski rupiah menguat hari ini, secara bulanan mata uang ini masih melemah 0,47%, dan terdepresiasi 3,06% dalam 12 bulan terakhir. Trading Economics memproyeksikan rupiah akan berada di Rp16.831,67 pada akhir kuartal ini, dan Rp16.567,90 dalam 12 bulan ke depan. (Firmansyah/Mun)

TRENDING

Exit mobile version