EKBIS
Rupiah Hari ini Dibuka Melemah
AKTUALITAS.ID – Risiko perang disebut akan berdampak pada kenaikan harga minyak dan peningkatan yang yg selanjutnya mempersempit ruang fiskal pemerintah, karena setiap selisih harga minyak setiap 1 dolar AS ada kenaikan subsidi Rp10 triliun.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Jumat, bergerak melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.923 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.905 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan kurs rupiah dipengaruhi sikap wait and see pelaku pasar atas data tenaga kerja AS.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melanjutkan pelemahan di kisaran Rp16.880-Rp16.930 dipengaruhi oleh wait and see data tenaga kerja AS,” ucapnya di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Data tenaga kerja non farm payroll (NFP) diperkirakan bertambah 59 ribu lebih rendah dari sebelumnya yang sebesar 130 ribu.
“Dari domestik penurunan outlook rating oleh Fitch menambah kekhawatiran pelaku pasar. Namun, minat pelaku pasar terhadap obligasi pemerintah meningkat terutama yang pendek sampai menengah sehingga menahan pelemahan rupiah lebih dalam lagi,” ungkap Rully.
(Ari Wibowo/goeh)
-
FOTO06/03/2026 01:06 WIBFOTO: Dirut Bulog Lepas Ekspor Beras untuk Jamaah Haji Indonesia
-
NUSANTARA05/03/2026 21:00 WIB17,7 Juta Pemudik Diprediksi Bakal Masuk Jawa Tengah
-
NASIONAL05/03/2026 20:30 WIBKasus Suap Hakim Pengadilan Negeri Depok, KPK Mulai Periksa Sejumlah Saksi
-
EKBIS05/03/2026 21:30 WIBPresiden Pabowo Bentuk Satgas Transisi Energi
-
OLAHRAGA05/03/2026 22:00 WIBKejuaraan Dunia Skateboard, Wayan Malana Berhasil Lolos ke Perempat Final
-
NASIONAL05/03/2026 23:00 WIBJimly: Hasil Reformasi Polri Siap Dilaporkan ke Presiden
-
DUNIA05/03/2026 22:30 WIBIran Tolak Mediasi, dan Tegaskan Tidak akan Berunding Dengan AS
-
JABODETABEK06/03/2026 00:01 WIBPemprov DKI Gelar Tebus Murah Sembako

















