Connect with us

EKBIS

Emas Antam Melonjak ke Rp3,08 Juta per Gram

Aktualitas.id -

Emas Antam Melonjak ke Rp3,08 Juta per Gram, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Harga emas Antam hari ini mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (11/3/2026). Logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tersebut kembali menguat setelah sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari sebelumnya.

Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas batangan 1 gram pada pukul 08.27 WIB di Butik Emas LM Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta dibanderol Rp3.087.000 per gram.

Angka ini naik Rp40.000 dibandingkan harga pada perdagangan sebelumnya.

Kenaikan harga emas hari ini menjadi kabar positif bagi investor logam mulia setelah dua hari sebelumnya harga sempat mengalami penurunan.

Seiring dengan kenaikan harga jual, harga buyback emas Antam atau harga pembelian kembali oleh Antam juga mengalami peningkatan. Hari ini, harga buyback berada di level Rp2.847.000 per gram, naik Rp45.000 dari perdagangan sebelumnya.

Harga emas Antam sendiri dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global dan kondisi ekonomi.

Ketentuan Pajak Pembelian dan Buyback Emas

Dalam transaksi emas Antam, terdapat ketentuan pajak yang berlaku sesuai peraturan pemerintah.

Untuk pembelian emas, berdasarkan PMK No. 34/PMK.10/2017, dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki NPWP.

Sementara itu, untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta, akan dikenakan potongan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut rincian harga emas Antam hari ini berdasarkan pecahan:

0,5 gram: Rp1.593.500

1 gram: Rp3.087.000

2 gram: Rp6.114.000

3 gram: Rp9.146.000

5 gram: Rp15.210.000

10 gram: Rp30.365.000

25 gram: Rp75.787.000

50 gram: Rp151.495.000

100 gram: Rp302.912.000

250 gram: Rp757.015.000

500 gram: Rp1.513.820.000

1.000 gram: Rp3.027.600.000

Kenaikan harga emas Antam ini kembali menarik perhatian investor yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global. (Firmansyah/Mun)

TRENDING

Exit mobile version