NUSANTARA
Eks Pelatih Diduga Lecehkan Atlet Panjat Tebing Selama 4 Tahun
AKTUALITAS.ID – Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri mengungkap dugaan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap atlet panjat tebing nasional yang diduga terjadi selama empat tahun, sejak 2021 hingga 2025.
Direktur PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Nurul Azizah menyebut temuan tersebut diperoleh setelah penyidik memeriksa sejumlah korban yang merupakan atlet panjat tebing putra dan putri.
Menurut Nurul, aksi dugaan pelecehan itu diduga dilakukan oleh mantan pelatih berinisial Hendra Basir yang saat itu menjabat sebagai pelatih dalam program pelatnas.
“Peristiwa yang dilaporkan diduga terjadi sejak tahun 2021 hingga 2025, terutama di Asrama Atlet Bekasi di Jalan Harapan Indah Boulevard, Medan Satria, Bekasi Utara, serta di beberapa negara saat atlet mengikuti pertandingan internasional,” ujar Nurul dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Dalam penyelidikan kasus ini, penyidik telah memeriksa enam orang korban yang berinisial PJ, RS, PL, KA, NA, dan AV. Para korban menjalani pemeriksaan dengan pendampingan kuasa hukum berinisial SD.
Salah satu korban berinisial PJ juga telah menjalani visum et repertum di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Sementara itu, untuk korban lainnya penyidik juga telah mengajukan permintaan visum et repertum dan visum psikiatrikum guna memperkuat proses penyidikan.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga menyalahgunakan kewenangannya sebagai pelatih untuk mendekati para atlet dan melakukan tindakan pelecehan.
“Modus diduga menyalahgunakan kewenangan serta memanfaatkan kerentanan atlet putri untuk melakukan perbuatan cabul hingga persetubuhan,” jelas Nurul.
Ia menambahkan bahwa terlapor diduga melakukan berbagai tindakan pelecehan terhadap korban dengan memanfaatkan posisinya sebagai Head Coach pelatnas.
Dalam penanganan kasus ini, para korban juga telah mendapatkan pendampingan psikologis dan hukum dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Selain itu, penyidik juga telah menyita sejumlah barang bukti, di antaranya laporan awal dugaan pelecehan dari FPTI, dokumen identitas korban, serta percakapan WhatsApp antara atlet dan terlapor.
Atas perbuatannya, terlapor dijerat Pasal 6 huruf B dan C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual juncto Pasal 15 UU yang sama.
Dalam aturan tersebut, pelaku terancam pidana penjara maksimal 12 tahun dan/atau denda hingga Rp300 juta.
Hukuman tersebut dapat diperberat hingga sepertiga dari ancaman pidana apabila tindak pidana dilakukan dalam lingkup pendidikan atau dilakukan lebih dari satu kali.
Kasus ini masih terus didalami oleh penyidik Bareskrim Polri untuk mengungkap kemungkinan adanya korban tambahan maupun fakta hukum lainnya. (Kusuma/Mun)
-
NASIONAL27/07/2026 18:31 WIBTiga Kali Ganti Pimpinan BGN, Namun Tak Satupun yang Punya Latar Belakang Ahli Gizi
-
FOTO27/07/2026 16:00 WIBFOTO: Pemerintah Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
-
DUNIA27/07/2026 15:00 WIBIran Ancam Bumi Hanguskan Basis Militer AS Jika Diserang Lagi
-
POLITIK27/07/2026 13:00 WIBPSI: Tak Masuk Akal Jokowi Jadi Presiden Dua Periode Tanpa Ijazah
-
POLITIK27/07/2026 15:32 WIBKaesang Mau Nyaleg dari Solo Raya, Pengamat: PDIP Tak Pernah Kalah di Jateng, Apalagi Cuma PSI
-
JABODETABEK27/07/2026 14:30 WIBApi Mengamuk di Pulo Gadung, Dua Korban Tewas
-
JABODETABEK27/07/2026 12:45 WIBNgeri! Mobil Double Cabin Hancur Dihantam Kereta Api
-
OLAHRAGA27/07/2026 16:29 WIBPrediksi Indonesia vs Kamboja: John Herdman Incar Tiga Poin pada Laga Pembuka Grup A