Connect with us

RAGAM

Kasus Kematian Misterius Kembali Hantui Laboratorium Nuklir AS

Aktualitas.id -

Ilustrasi police line, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Misteri hilangnya seorang pegawai laboratorium nuklir Amerika Serikat akhirnya memasuki babak baru setelah jasadnya ditemukan di kawasan terpencil Hutan Nasional Carson, New Mexico. Namun alih-alih menjawab pertanyaan yang selama setahun menghantui keluarga dan aparat, penemuan tersebut justru memunculkan misteri yang lebih besar.

Polisi Negara Bagian New Mexico mengonfirmasi jasad yang ditemukan adalah Casias, 54 tahun, pegawai Laboratorium Nasional Los Alamos yang dilaporkan hilang sejak 26 Juni 2025.

Tim pencari menemukan jasad Casias sekitar 9,6 kilometer dari lokasi terakhir keberadaannya diketahui. Di dekat jasad korban, penyidik juga menemukan sebuah pistol yang kini menjadi salah satu fokus utama penyelidikan.

Hingga saat ini, aparat belum dapat memastikan penyebab kematian maupun waktu pasti korban meninggal dunia. Polisi juga masih menyelidiki apakah senjata yang ditemukan di lokasi merupakan milik Casias atau memiliki keterkaitan lain dengan kasus tersebut.

Penemuan jasad bermula ketika seorang pendaki melaporkan temuan mencurigakan di kawasan McGaffey Ridge, area hutan yang selama beberapa bulan terakhir digunakan dalam proyek restorasi Dinas Kehutanan Amerika Serikat.

Kasus ini menarik perhatian luas karena latar belakang korban yang bekerja di Laboratorium Nasional Los Alamos, salah satu fasilitas penelitian paling sensitif di Amerika Serikat.

Laboratorium tersebut memiliki sejarah panjang sebagai pusat pengembangan Proyek Manhattan pada era Perang Dunia II, program rahasia yang melahirkan bom atom pertama di dunia. Hingga kini, Los Alamos tetap menjadi bagian penting dalam riset senjata nuklir dan teknologi pertahanan Amerika.

Fakta-fakta sebelum hilangnya Casias juga menimbulkan banyak tanda tanya. Penyidik mengungkap bahwa sebelum menghilang, Casias menghapus seluruh data dari telepon genggamnya. Ia juga meninggalkan ponsel dan dokumen identitas di rumahnya di Ranchos de Taos, New Mexico.

Pada hari terakhir sebelum menghilang, Casias sempat mengantar suaminya yang juga bekerja di Los Alamos. Kepada keluarga, ia mengatakan lupa membawa kartu identitas pegawai sehingga berencana bekerja dari rumah.

Namun setelah itu, keberadaannya lenyap tanpa jejak.

Rekaman kamera pengawas terakhir memperlihatkan Casias berjalan seorang diri di State Road 518 sekitar pukul 14.20 waktu setempat. Sejak saat itu, tidak ada lagi kabar mengenai dirinya hingga jasadnya ditemukan hampir setahun kemudian.

Kasus Casias kini memicu perhatian baru karena dianggap menambah daftar panjang hilangnya individu yang memiliki keterkaitan dengan proyek nuklir, pertahanan, teknologi antariksa, dan penelitian sensitif Amerika Serikat.

Sebelumnya, mantan pegawai Los Alamos Anthony Chavez dilaporkan hilang pada 2025 tanpa penjelasan yang jelas. Beberapa bulan setelahnya, kontraktor pemerintah Steven Garcia juga menghilang secara misterius.

Di sektor antariksa, ilmuwan senior NASA Michael David Hicks meninggal dunia pada 2023. Kemudian spesialis riset antariksa Frank Maiwald meninggal pada 2024, sementara insinyur NASA Monica Reza dilaporkan hilang saat melakukan pendakian.

Perhatian publik juga tertuju pada kasus hilangnya mantan Mayor Jenderal Angkatan Udara AS William Neil McCasland yang pernah memimpin sejumlah proyek riset kedirgantaraan rahasia Pentagon. Hingga kini, FBI masih terlibat dalam pencarian tokoh tersebut.

Dalam rentang waktu yang sama, sejumlah ilmuwan terkemuka lainnya juga meninggal dunia akibat insiden penembakan. Profesor MIT Nuno FG Loureiro tewas pada Desember 2025, sementara astrofisikawan Caltech Carl Grillmair meninggal pada Februari 2026.

Meski berbagai kasus tersebut belum terbukti saling berkaitan, kemunculan rentetan kematian, hilang tanpa jejak, dan insiden misterius yang menimpa para ilmuwan, peneliti pertahanan, hingga tokoh yang dikaitkan dengan riset fenomena udara tak dikenal atau UFO terus memicu spekulasi publik.

Sampai saat ini, aparat penegak hukum Amerika Serikat belum menemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan langsung antara kasus-kasus tersebut. Namun penemuan jasad Casias di tengah hutan setelah menghilang selama setahun kembali membuka pertanyaan besar yang belum terjawab: apakah ini sekadar kebetulan, atau ada misteri yang lebih dalam di balik rentetan kasus tersebut? (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version