Connect with us

JABODETABEK

Percakapan Kasus Pelecehan oleh Guru SMP di Depok Terbongkar!

Aktualitas.id -

Ilustrasi. Pelecehan seksual terhadap anak. (ist)

AKTUALITAS.ID – Kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oleh seorang oknum guru SMP di Depok, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan publik setelah rekaman percakapan antara seorang guru dan siswinya beredar luas di media sosial.

Rekaman tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @sarahprasiskaa dan segera memicu kemarahan netizen.

Dalam rekaman yang viral itu, oknum guru diduga melakukan pelecehan verbal kepada siswinya dengan mengajak berbicara tentang hal-hal berbau seksual secara berulang kali.

Karena merasa tidak nyaman dan terus menjadi sasaran, korban akhirnya merekam percakapan tersebut sebagai bukti.

Hingga saat ini, diketahui ada empat siswi dari kelas 7 dan 8 yang mengaku menjadi korban.

Salah satu korban, V, bahkan sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah bersama orang tuanya. Namun, respons yang diterima justru mengecewakan.

“Korban V bersama orang tuanya melaporkan kejadian tersebut karena memiliki bukti rekaman kepada guru dan kepala sekolah, tetapi yang didapati adalah bentuk penyudutan seakan korban tidak mungkin mengalami hal itu karena pelaku merupakan guru musik yang dilabeli tidak mungkin berbohong,” tulis pemilik akun @sarahprasiskaa dalam unggahannya, dikutip Beritasatu.com pada Kamis (22/5/2025).

Peristiwa ini diduga terjadi pada bulan Ramadan 1446 Hijriah atau sekitar Maret 2025.

Bukti rekaman menjadi titik awal terbongkarnya kasus dugaan pelecehan guru SMP di Depok yang kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Setelah rekaman tersebar, para siswa kelas 9 bahkan berencana menggelar aksi protes di sekolah. Sayangnya, niat tersebut diadang pihak sekolah yang memanggil tiga siswa untuk dimintai keterangan.

Para siswa itu merasa ditekan dan diarahkan agar tidak melanjutkan rencana demonstrasi maupun menyebarluaskan informasi lebih lanjut.

Peristiwa ini diduga terjadi pada bulan Ramadan 1446 Hijriah atau sekitar Maret 2025.

Bukti rekaman menjadi titik awal terbongkarnya kasus dugaan pelecehan guru SMP di Depok yang kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Setelah rekaman tersebar, para siswa kelas 9 bahkan berencana menggelar aksi protes di sekolah. Sayangnya, niat tersebut diadang pihak sekolah yang memanggil tiga siswa untuk dimintai keterangan.

Para siswa itu merasa ditekan dan diarahkan agar tidak melanjutkan rencana demonstrasi maupun menyebarluaskan informasi lebih lanjut.

Kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru SMP di Depok ini memunculkan pertanyaan besar mengenai perlindungan anak di lingkungan sekolah dan bagaimana penanganan kasus semacam ini oleh pihak institusi pendidikan.

Banyak pihak mendesak agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh serta perlindungan terhadap korban, seperti peryataan sikap keprihatinan yang dibuat oleh Alumni Angkatan 88.

Pasalnya, kasus dugaan pelecehan oleh guru SMP di Depok ini bukan hanya mencoreng dunia pendidikan, tetapi juga mengancam rasa aman siswa di sekolah.   (Ari Wibowo/goeh)

TRENDING

Exit mobile version