Connect with us

JABODETABEK

Pintu Air DKI Naik Terus Jumat Siang, Semua Lokasi Catat Kenaikan hingga Siaga

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok; aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DKI Jakarta) merilis data terbaru ketinggian muka air di sejumlah pintu air dan pos pantau wilayah DKI Jakarta pada Jumat (20/2/2026) hingga pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan laporan tersebut, sejumlah titik menunjukkan status siaga dengan kenaikan tinggi muka air sejak dini hari.

Bendung Katulampa Siaga

Di Bendung Katulampa, tinggi muka air tercatat 70 cm (status normal/menengah) pada pukul 12.00 WIB. Namun, pada pukul 07.00 WIB sempat menyentuh 100 cm dengan status siaga, sebelum berangsur turun.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Bendung Katulampa merupakan indikator awal potensi kiriman air ke Jakarta melalui aliran Sungai Ciliwung.

Manggarai Bertahan di Level 760 Cm

Sementara itu, di Pintu Air Manggarai atau Manggarai BKB, tinggi muka air tercatat 760 cm hingga pukul 12.00 WIB dengan status mendekati tinggi (MT). Bahkan pada pukul 10.00 WIB sempat mencapai 765 cm.

Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan debit air yang cukup signifikan dibandingkan tengah malam yang berada di angka 680 cm.

Sejumlah Pos Hulu dan Tengah Siaga

Di Pos Depok, ketinggian air mencapai 205 cm pada pukul 12.00 WIB dengan status tinggi. Pos Krukut Hulu juga tercatat 170 cm (tinggi), sementara Pos Angke Hulu berada di angka 340 cm (menengah).

Adapun di Pulo Gadung, tinggi muka air sempat mencapai 470 cm pada pagi hari sebelum turun menjadi 380 cm pada pukul 12.00 WIB.

Untuk wilayah pesisir, Pasar Ikan–Laut tercatat 206 cm pada pukul 12.00 WIB. Sedangkan Waduk Pluit berada di angka -115 cm.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan, untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu.

Masyarakat juga diminta memantau informasi resmi dan pembaruan data ketinggian pintu air secara berkala guna mengantisipasi potensi banjir di sejumlah wilayah Jakarta. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version