Connect with us

NASIONAL

Eddy Soeparno: Masa Depan AI Indonesia Bergantung pada Energi Terbarukan

Aktualitas.id -

Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan energi yang bersih, stabil, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Eddy saat memberikan pidato kunci dalam kegiatan MPR Goes to Campus di Bina Nusantara University Bandung, Kamis (5/3/2026).

Dalam paparannya, Eddy menekankan bahwa transformasi digital global saat ini menuntut dukungan infrastruktur energi yang sangat besar. Berbagai teknologi modern seperti data center, cloud computing, dan sistem AI membutuhkan konsumsi listrik dalam jumlah besar untuk beroperasi secara optimal.

“Perkembangan teknologi seperti artificial intelligence, big data, dan cloud computing membutuhkan energi dalam jumlah sangat besar. Jika Indonesia ingin menjadi pemain penting dalam ekonomi digital global, maka pasokan energi harus cukup, stabil, dan semakin bersih,” ujar Eddy.

Menurut Eddy, banyak negara yang kini menjadi pusat pengembangan AI dunia mulai memprioritaskan penggunaan energi terbarukan dalam operasional pusat data mereka.

Ia mencontohkan perusahaan teknologi global seperti Google, Microsoft, dan Amazon yang telah menjadikan energi terbarukan sebagai fondasi operasional berbagai data center mereka.

“Ini bukan hanya soal keberlanjutan lingkungan, tetapi juga soal efisiensi energi, stabilitas operasional, dan daya saing ekonomi,” jelasnya.

Eddy juga menyoroti besarnya potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia. Berdasarkan berbagai kajian, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan lebih dari 3.600 gigawatt yang berasal dari tenaga surya, hidro, panas bumi, hingga angin.

Potensi tersebut, kata Eddy, harus dimanfaatkan secara optimal agar Indonesia dapat menjadi pusat ekonomi digital sekaligus pusat pengembangan teknologi di kawasan.

“Ini merupakan modal besar bagi Indonesia untuk menjadi hub ekonomi digital di Asia,” kata doktor ilmu politik dari University of Indonesia tersebut.

Lebih jauh, Eddy menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem teknologi yang kuat. Kampus memiliki peran strategis dalam menyiapkan talenta digital sekaligus menjadi pusat riset inovasi di bidang energi dan teknologi.

Ia menilai perguruan tinggi seperti Binus dapat menjadi motor penggerak lahirnya inovasi di bidang energi terbarukan dan teknologi digital.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi. Kita harus menjadi pencipta inovasi,” tegasnya.

Selain itu, percepatan pengembangan energi terbarukan juga diyakini akan membuka peluang ekonomi baru, termasuk terciptanya green jobs atau lapangan kerja ramah lingkungan di sektor energi dan teknologi.

“Transisi energi bukan hanya agenda lingkungan, tetapi juga agenda ekonomi. Dengan energi terbarukan, kita bisa menciptakan industri baru, lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing Indonesia di masa depan,” pungkas Eddy. (Mun)

TRENDING

Exit mobile version