PAPUA TENGAH
Emas dan Tarif Listrik Picu Inflasi Mimika Capai 4,31 Persen
AKTUALITAS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat inflasi tahunan di Kota Timika pada Februari 2026 mencapai 4,31 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat berada di level 113,45.
Kepala BPS Kabupaten Mimika, Ouceu Satyadipura, menjelaskan kenaikan inflasi dipicu lonjakan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran utama, terutama sektor jasa dan energi.
“Inflasi y-on-y ini dipicu kenaikan indeks pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 29,39 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 16,55 persen,” ujar Ouceu dalam keterangannya, Jumat, (6/3/2026).
Selain dua kelompok tersebut, sejumlah sektor pengeluaran lain juga memberikan kontribusi terhadap inflasi. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 4,04 persen, kelompok transportasi meningkat 2,84 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran naik 1,08 persen.
Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,41 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,26 persen.
Secara komoditas, emas perhiasan, tarif listrik, angkutan udara, serta minyak goreng menjadi penyumbang utama inflasi tahunan di Kabupaten Mimika.
Meski demikian, tekanan inflasi sedikit tertahan oleh penurunan harga pada sejumlah komoditas pangan. Daging babi, tomat, daging ayam ras, dan telur ayam ras tercatat mengalami penurunan harga sehingga berperan sebagai penyeimbang inflasi.
Beberapa kelompok pengeluaran juga mengalami deflasi, antara lain kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,12 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,37 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 0,15 persen. Sementara sektor informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat relatif stabil.
Secara bulanan, BPS mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,32 persen dibandingkan Januari 2026. Emas perhiasan kembali menjadi komoditas dominan yang memicu kenaikan harga bulanan, disusul bawang putih dan sejumlah komoditas sayuran.
Di sisi lain, penurunan harga tomat dan daging babi menjadi faktor utama yang menahan kenaikan inflasi pada periode tersebut.
Ouceu menilai inflasi tahunan 4,31 persen menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sebagai perbandingan, inflasi Februari 2025 berada di level 2,65 persen dan Februari 2024 sebesar 3,54 persen,” kata Ouceu.
BPS mencatat hingga Februari 2026 tingkat inflasi tahun kalender di Kabupaten Mimika mencapai 0,60 persen. (Ahmad)
-
NASIONAL06/09/2026 16:00 WIBBandara Soetta Ditutup Lagi hingga 17.30 WIB
-
DUNIA06/09/2026 15:00 WIBAS Klaim Ledakkan 3 Tanker Minyak Iran
-
NASIONAL06/09/2026 14:00 WIBKoalisi Sipil Desak MA-KY Bongkar Putusan Banding Kasus Andrie Yunus
-
NASIONAL06/09/2026 17:00 WIBAnak Krakatau Erupsi, Prabowo Minta Warga Tetap Tenang dan Waspada
-
EKBIS07/09/2026 09:45 WIBIHSG Sempat Naik, Lalu Terjun ke Zona Merah
-
NASIONAL06/09/2026 18:00 WIBMaruarar Sirait Targetkan Bedah Rumah di Bukit Duri Rampung 1 Desember 2026
-
DUNIA06/09/2026 21:00 WIBPBB Bongkar Pengusiran 33 Ribu Warga Palestina di Tepi Barat
-
NASIONAL06/09/2026 19:00 WIBKemenbud Umumkan 20 Pemenang Sayembara Film Narasi Kepahlawanan 2026