NASIONAL
Eddy Soeparno: Industri Karbon RI Sudah di Jalur Tepat
AKTUALITAS.ID – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menilai progres pengembangan industri karbon nasional sudah berada di jalur yang tepat atau on the right track.
Pernyataan tersebut disampaikan Eddy usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas Komite Pengarah (Komrah) Ekonomi Karbon yang dipimpin langsung oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan, Jumat (27/2/2026) di Jakarta.
Menurut Eddy, pertemuan tersebut sangat strategis karena pemerintah tidak hanya membangun mekanisme perdagangan karbon, tetapi juga merancang fondasi ekonomi karbon Indonesia yang akan menentukan arah daya saing nasional di masa depan.
“Kami mengapresiasi kepemimpinan Pak Menko Pangan yang langsung bergerak cepat menindaklanjuti Perpres 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon dengan mengoordinasikan kementerian dan lembaga terkait,” ujar Eddy dalam keterangannya, dikutip, Minggu (1/3/2026).
Eddy mengungkapkan, saat ini sejumlah proyek karbon telah bersiap untuk diluncurkan. Namun, proses tersebut masih menunggu pembentukan ekosistem perdagangan karbon yang tengah dikoordinasikan pemerintah.
Ia menjelaskan, sejumlah pemangku kebijakan seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan OJK sedang mempersiapkan sistem pencatatan karbon yang dikenal sebagai Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK).
Dari perspektif kebijakan publik dan investasi, Eddy menilai fase persiapan ini harus dipandang sebagai upaya menjaga momentum. Banyak proyek karbon telah memulai persiapan teknis, finansial, hingga kelembagaan.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah kepastian bahwa proyek-proyek tersebut memiliki jalur jelas menuju monetisasi karbon dan integrasi ke dalam sistem nasional,” tegasnya.
Eddy menekankan bahwa SRUK bukan sekadar sistem pencatatan, melainkan fondasi kepercayaan pasar karbon Indonesia. Ekonomi karbon, kata dia, bertumpu pada integritas data, transparansi, dan keterlacakan.
Karena itu, sistem tersebut harus memenuhi standar internasional agar kredibilitas pasar karbon Indonesia diakui secara global.
“SRUK perlu dibangun dengan tata kelola yang kuat, keamanan yang andal, serta kesiapan untuk terhubung dengan ekosistem internasional. Kepercayaan terhadap sistem akan menentukan kepercayaan terhadap pasar,” jelasnya.
Eddy optimistis, melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Menko Pangan, Indonesia akan memiliki industri karbon yang kuat dan kredibel.
Ia juga menegaskan pentingnya memberi sinyal kuat kepada investor bahwa Indonesia serius membangun low carbon economy, sekaligus memberikan ruang bagi industri domestik untuk melakukan dekarbonisasi secara bertahap dan terukur agar tetap kompetitif di pasar global.
“Industri karbon yang kredibel akan mendatangkan manfaat ekonomi bagi negara dari udara yang bersih dan hutan yang sehat,” pungkasnya. (Mun)
-
NASIONAL27/07/2026 18:31 WIBTiga Kali Ganti Pimpinan BGN, Namun Tak Satupun yang Punya Latar Belakang Ahli Gizi
-
FOTO27/07/2026 16:00 WIBFOTO: Pemerintah Terima Surat Pengunduran Diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo
-
POLITIK27/07/2026 21:00 WIBNarasi Prabowo soal “Londo Ireng” Ciptakan Permusuhan dan Anti Demokrasi
-
EKBIS27/07/2026 17:31 WIBProfil Destry Damayanti: Dari Ekonom hingga Pejabat Gubernur Sementara BI
-
OLAHRAGA27/07/2026 16:29 WIBPrediksi Indonesia vs Kamboja: John Herdman Incar Tiga Poin pada Laga Pembuka Grup A
-
RIAU27/07/2026 20:00 WIBNapi Kasus Narkoba Kabur Saat Berobat di Pekanbaru, Tiga Petugas Diperiksa
-
FOTO27/07/2026 21:30 WIBFOTO: Megawati Resmikan Monumen Kudatuli
-
PAPUA TENGAH27/07/2026 18:00 WIBKorupsi Dana Hibah KPU Mimika Rp28 Miliar, Kapolda Papua Tengah Pastikan Tetap Jalan