DUNIA
Trump Isyaratkan Fokus ke Kuba Setelah Perang Iran Selesai
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan bahwa pemerintahannya akan mengalihkan perhatian ke Kuba setelah konflik dengan Iran selesai.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri acara bersama tim sepak bola Inter Miami CF di Gedung Putih pada Kamis (5/3/2026).
Trump mengatakan pemerintahannya ingin menyelesaikan konflik di Iran terlebih dahulu sebelum beralih ke isu Kuba.
“Kami ingin menyelesaikan yang ini (Iran) terlebih dahulu. Tapi setelah itu hanya masalah waktu,” kata Trump.
Dalam kesempatan tersebut, Trump juga mengklaim pemerintah Kuba sangat ingin melakukan kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Ia bahkan menyebut bahwa setelah konflik Iran mereda, perhatian Washington kemungkinan besar akan dialihkan untuk menangani situasi di negara Karibia tersebut.
Trump juga memuji kinerja Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang dikenal memiliki latar belakang keluarga imigran Kuba dan aktif menangani kebijakan terhadap Havana.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Kuba meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah AS diketahui memberlakukan blokade energi terhadap Kuba yang membuat stok bahan bakar negara tersebut menurun drastis.
Situasi ini diperparah setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang selama ini menjadi pemasok utama minyak bagi Kuba.
Akibat krisis energi tersebut, sejumlah maskapai penerbangan mengurangi penerbangan ke Kuba, sementara kondisi ekonomi di negara itu semakin tertekan.
Pernyataan Trump memicu kekhawatiran di Kuba bahwa negara tersebut bisa menjadi target intervensi berikutnya oleh Amerika Serikat, terutama setelah serangan militer gabungan AS dan Israel ke Iran dalam beberapa waktu terakhir.
Selama ini, Trump dan sejumlah pejabat pemerintahannya secara terbuka menyatakan keinginan untuk mendorong perubahan rezim di Havana.
Dengan meningkatnya tekanan ekonomi dan diplomatik terhadap Kuba, perkembangan hubungan kedua negara diperkirakan akan menjadi salah satu isu geopolitik penting dalam waktu dekat. (Mun)
-
NASIONAL10/06/2026 17:38 WIB5 Pegawai BPK Terjaring OTT KPK
-
NASIONAL10/06/2026 16:30 WIBLuhut: Bansos akan Diubah Jadi Transfer Tunai Langsung Rp5,4 Juta per Penerima
-
NASIONAL10/06/2026 14:00 WIBPengamat SDI: Iklim Investasi Harus Diperbaiki Jika Ingin Rupiah Kuat
-
EKBIS10/06/2026 10:15 WIBSerangan Balasan AS ke Iran Bikin Harga Minyak Dunia Naik
-
NASIONAL10/06/2026 11:00 WIBTNI Tegaskan Kesiapan di Tengah Isu Aksi Massa
-
EKBIS10/06/2026 09:45 WIBDolar AS Mulai Melemah, Rupiah Tancap Gas ke Rp17.900
-
JABODETABEK10/06/2026 06:30 WIBCuma 6 Jam! Layanan SIM Keliling Jakarta Dibuka Hari Ini
-
POLITIK10/06/2026 17:30 WIBPilpres 2029 Diprediksi Head to Head Prabowo versus Anies