Connect with us

NASIONAL

KLH Canangkan Gerakan Pertobatan Ekologis untuk Pulihkan Lingkungan

Aktualitas.id -

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat memberikan penjelasan dalam acara "Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata" di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (12/10/2026).

AKTUALITAS.ID – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencanangkan Gerakan Pertobatan Ekologis secara nasional sebagai upaya memulihkan lingkungan hidup melalui pendekatan moral, keagamaan, dan penegakan hukum.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat dalam acara “Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata” di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin, mengatakan gerakan tersebut berlandaskan konsep ukhuwah makhluqiyah atau persaudaraan antarmakhluk ciptaan Tuhan.

“KLH mencanangkan Gerakan Pertobatan Ekologis yang bertumpu pada tiga perspektif utama, yaitu moral dan kesadaran budaya, perspektif agama, serta pendekatan law enforcement atau penegakan hukum,” kata Jumhur.

Ia menjelaskan bahwa dari perspektif moral dan kesadaran budaya, pertobatan ekologis perlu ditanamkan sejak dini melalui lingkungan pendidikan, termasuk Program Sekolah Adiwiyata. Langkah tersebut diharapkan dapat membentuk peserta didik yang memiliki etika lingkungan yang kuat.

Sementara itu, dari perspektif agama, kesadaran ekologis dibangun melalui keyakinan spiritual bahwa setiap tindakan manusia terhadap alam berada dalam pengawasan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kesadaran tersebut diharapkan dapat mencegah perilaku yang merusak lingkungan.

Adapun melalui pendekatan penegakan hukum, setiap elemen, mulai dari masyarakat, dunia usaha, hingga unsur pemerintahan, didorong untuk menyadari kesalahan masa lalu terhadap lingkungan, berkomitmen tidak mengulanginya, serta berperan aktif dalam upaya pemulihan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Jumhur juga mengapresiasi tingginya kepedulian generasi muda atau Generasi Z terhadap isu kelestarian lingkungan.

Meski tidak merinci sumber survei yang dikutipnya, ia menyebut sekitar 80 persen anggota Generasi Z memiliki tingkat kesadaran lingkungan yang lebih baik dibandingkan generasi yang lebih senior.

“Gen Z punya kesadaran lingkungan yang lebih baik ketimbang kita-kita yang lebih senior. Kita tinggal memfasilitasi saja dan memastikan kesadaran itu terus bertumbuh sampai kapan pun,” ujar Jumhur.

Menurut dia, rangkaian bencana alam serta meningkatnya kerentanan terhadap berbagai penyakit baru yang mengancam kesehatan masyarakat dunia menjadi pengingat pentingnya pertobatan ekologis yang dimulai dari tingkat individu.

Salah satu bentuk penerapannya ialah menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan yang berpotensi mencemari ekosistem perairan.

Jumhur mengatakan pemulihan lingkungan dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk membangun dan mempertahankan etika lingkungan di sekolah. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus melekat hingga peserta didik memasuki dunia kerja dan menduduki berbagai posisi di masyarakat.

“Bayangkan kalau sekarang adik-adik besok jadi pengusaha, jadi pemerintah, jadi apa pun, nah kalau etika itu sudah tertanam, maka pasti lingkungan itu akan terpelihara dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, etika lingkungan yang kuat dapat menumbuhkan kesadaran sekaligus mendorong seseorang untuk menghindari tindakan yang berpotensi merusak alam.

KLH optimistis kelestarian keanekaragaman hayati dan keberlanjutan lingkungan Indonesia dapat terjaga melalui sinergi lintas sektor, penguatan etika lingkungan di sekolah, serta peningkatan kesadaran individu.

TRENDING

Exit mobile version