Connect with us

NASIONAL

Survei SMRC: 61% Publik Tidak Puas Program Makan Bergizi Gratis

Aktualitas.id -

Seorang murid menyantap makanan bergizi gratis di SD Barunawati, Palmerah, Jakarta Barat
Ilustrasi, dok: akutalitas.id -

AKTUALITAS.ID – Memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tingkat kepuasan publik terhadap program-program strategis andalan mereka justru anjlok. Temuan terbaru Saiful Muzani Research & Consulting (SMRC) mengungkap rendahnya sentimen positif masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Pendiri SMRC, Saiful Muzani, memaparkan bahwa meski popularitas kedua program tersebut sangat tinggi—MBG diketahui 95,2% publik dan Kopdes Merah Putih 79,9%—pemahaman tersebut tidak sejalan dengan tingkat kepuasan di lapangan. Program Makan Bergizi Gratis mencatatkan tren kepuasan yang mengkhawatirkan. Hanya 33,8% masyarakat yang merasa sangat atau cukup puas dengan eksekusi program ini. Sebaliknya, angka ketidakpuasan publik melonjak tajam menjadi 61,4%.

“Dalam periode yang sama (dibandingkan tahun lalu), yang merasa kurang atau tidak puas naik dari 33,9% menjadi 61,4%,” ungkap Saiful dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

Kondisi lebih parah menimpa program Kopdes Merah Putih. Keyakinan publik terhadap masa depan program ini runtuh. Hanya tersisa 15,6% masyarakat yang masih yakin Koperasi Desa akan berkembang. Angka ini terjun bebas dari 43,3% pada survei November 2025.

Sementara itu, kelompok masyarakat yang merasa kurang atau tidak yakin program ini bakal maju meroket dari 43,5% menjadi 71% pada Oktober 2026.

Menanggapi rapor merah ini, Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussamad menyatakan pihaknya menghargai temuan SMRC dan akan menjadikannya bahan evaluasi krusial bagi pemerintah.

“Gerindra akan terus proaktif mencari solusi atas permasalahan yang sedang berkembang di masyarakat. Pada level pelaksanaan implementasi akan dievaluasi juga koordinasi sektoral,” janjinya.

Survei SMRC ini digelar pada 1-10 Oktober 2026 di 25 provinsi, melibatkan 1.213 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Metode yang digunakan diklaim memiliki tingkat kepercayaan 95% dengan margin of error di kisaran 2,9%. (Bowo/Mun)

TRENDING

Exit mobile version