NUSANTARA
Aksi Begal Spion Mobil Resahkan Warga Pluit
AKTUALITAS.ID – Aksi pembegalan kaca spion mobil kembali terjadi di wilayah Pluit, Jakarta Utara. Kejadian ini terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @lbj_Jakarta.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria berjalan di dekat mobil Toyota Voxy yang sedang berhenti karena kemacetan. Tiba-tiba, pria tersebut langsung mematahkan kaca spion mobil dan melarikan diri.
Kapolsek Penjaringan, Kompol Agus Ady Widya, membenarkan adanya kejadian tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku.
“Kita sudah melakukan penyelidikan. Semoga cepat terungkap,” kata Agus saat dikonfirmasi, Sabtu (22/2/2025).
Agus juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk kejahatan, terutama saat berkendara di daerah rawan. Ia juga meminta masyarakat untuk segera melapor ke polisi jika menjadi korban kejahatan.
“Hal ini meresahkan warga. Upaya preventif, kita akan tempatkan strong point anggota untuk hadir di titik rawan dan jam rawan. Upaya preemptif, kita juga akan menguatkan sosialisasi masyarakat, untuk selalu waspada dengan segala bentuk kejahatan apapun yang potensial dapat terjadi di mana pun,” kata Agus.
Polisi juga akan meningkatkan patroli di daerah-daerah rawan dan jam-jam rawan untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan serupa. (Mun/Aribowo)
-
NASIONAL30/09/2026 06:00 WIBAgun Desak Ombudsman Tindak Lanjut Temuan Lapas Cibinong
-
NUSANTARA30/09/2026 07:30 WIBHIV/AIDS di Lebak Tembus 85 Orang
-
NUSANTARA30/09/2026 08:30 WIBKobaran Api Mengganas Dekati Pusat Latihan Gajah Way Kambas
-
OASE30/09/2026 05:00 WIBSurah Al-Jinn Bongkar Pengakuan Kaum Jin
-
NUSANTARA29/09/2026 23:00 WIBUSU Telusuri Dugaan Bullying Mahasiswi FIB yang Tewas
-
JABODETABEK30/09/2026 06:30 WIBPolda Metro Jaya Buka SIM Keliling di 5 Titik Strategis
-
JABODETABEK30/09/2026 05:30 WIBAkhir September, Jakarta Diprediksi Cerah Merata
-
NASIONAL30/09/2026 18:30 WIBRegistrasi Ulang Penerima Bansos Diperluas, Pemerintah Targetkan 48 Juta Keluarga