Connect with us

NUSANTARA

Kemendikdasmen Berikan Santunan Keluarga Roja di NTT

Aktualitas.id -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengunjungi rumah duka almarhum Yohanes Bastian Roja (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (5/2/2026) sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap kesejahteraan psikososial serta perlindungan murid. (Humas Kemendikdasmen).

AKTUALITAS.ID – Seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di pohon cengkeh dan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, berinisial MGT (47 tahun).

Dalam surat itu, sebagaimana telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, korban menuliskan:

“Surat buat Mama ****
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya
Selamat tinggal Mama”.

Korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orangtua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.

Hari ini, beberapa hari setelah kejadian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengunjungi rumah duka almarhum Yohanes Bastian Roja (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap kesejahteraan psikososial serta perlindungan murid.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Yohanes.

Beliau menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali.

“Secara pribadi dan atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Yohanes Bastian Roja. Meninggalnya Yohanes merupakan catatan dan pelajaran bagi semua pihak akan pentingnya perhatian, penanaman nilai-nilai agama, dan ketahanan keluarga bagi anak-anak oleh orang tua, masyarakat, guru, tokoh agama, dan penyelenggara pendidikan, termasuk Kemendikdasmen,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Ia mengatakan Kemendikdasmen berkomitmen melalui BPMP NTT untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya serta memberikan pendampingan psikososial yang diperlukan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif agar setiap anak merasa didengar dan dihargai,” ujar Abdul Mu’ti.

Selain menyampaikan belasungkawa, tim kementerian juga menyerahkan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh pihak keluarga, yakni Maria Goreti Te’a (ibunda almarhum), Wihelmina Nenu (nenek), dan Dominikus Nou (paman)

Dominikus mewakili pihak keluarga pun menyampaikan apresiasi atas perhatian cepat yang diberikan oleh pemerintah pusat.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan. Kiranya ini dapat membantu keluarga untuk proses adat terkait kematian almarhum dan kebutuhan lainnya. Keluarga tidak bisa membalas dengan apa-apa, selain doa agar Tuhan membalas budi baik kementerian,” kata Dominikus.

(Ari Wibowo/goeh)

TRENDING

Exit mobile version