Connect with us

NUSANTARA

BMKG: Waspada Hujan Ekstrem di Jawa-Bali Sepekan ke Depan

Aktualitas.id -

Ilustrasi, Dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat waspada hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem yang diprediksi masih akan mengguyur wilayah Jawa-Bali dan sejumlah daerah lainnya selama sepekan ke depan.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan bahwa curah hujan dalam 24 jam terakhir terukur mencapai 179 mm di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dan 168 mm di Atang Sanjaya, Kabupaten Bogor. Hujan ini berlangsung sejak malam hingga pagi hari.

“Sementara itu, beberapa wilayah lain juga mengalami hujan ringan hingga sedang, termasuk Sulawesi Utara (80,8 mm/hari), Jawa Barat (78,9 mm/hari), dan Kepulauan Riau (55 mm/hari),” ujar Andri, Sabtu (21/2/2026).

BMKG menjelaskan peningkatan intensitas hujan dipicu oleh penguatan angin Monsun Asia yang membawa angin baratan cukup kuat sehingga mempercepat pertumbuhan awan konvektif. Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di Samudra Hindia turut memengaruhi curah hujan di Sumatra, Jawa bagian barat, Kalimantan, dan Sulawesi bagian utara.

Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan fenomena atmosfer ini masih akan berdampak signifikan terhadap cuaca Indonesia, dengan hujan ringan hingga sedang mendominasi. Namun, masyarakat tetap diimbau mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat, terutama di Banten, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.

BMKG akan terus memantau dinamika atmosfer secara intensif dan menyampaikan informasi peringatan dini secara berkala untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Dengan prediksi ini, masyarakat diimbau selalu memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan menyiapkan langkah antisipatif agar terhindar dari dampak hujan ekstrem, banjir, dan tanah longsor. (Kusuma/Mun)

TRENDING

Exit mobile version