NUSANTARA
Kapolda Sulsel Tantang Pelaku Tawuran Bertarung di Arena Khusus
AKTUALITAS.ID – Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Awal Chairuddin melontarkan usulan yang langsung menyita perhatian publik. Dalam upaya meredam maraknya aksi tawuran yang meresahkan masyarakat, Awal mengusulkan agar pelaku tawuran disediakan arena khusus untuk bertarung dengan skema 10 lawan 10.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menyoroti tingginya angka tawuran yang kerap terjadi di Kota Makassar dan membahayakan keselamatan warga.
“Kalau perlu saya kasih gitu nanti kalau mau bertempur, kasihkan arenanya. 10 melawan 10. Pasti enggak ada yang berani itu,” kata Awal di Mapolda Sulsel, Senin (19/10/2026).
Menurut Awal, mereka yang terlibat konflik seharusnya berani berhadapan langsung dengan lawannya, bukan melakukan aksi kekerasan di jalanan yang berpotensi memakan korban dari masyarakat yang tidak terlibat.
Mantan perwira yang mengaku memiliki pengalaman menangani konflik di Ambon dan Poso itu menegaskan kepolisian tetap akan bertindak tegas terhadap para pelaku tawuran sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan.
“Kalau ada seperti itu, kita harus lakukan tindakan yang mulai dari yang paling lunak, agak keras-keras sampai keras sekali. Dan dia juga mengancam, membahayakan jiwa orang lain,” ujarnya.
Selain menyoroti aksi tawuran, Kapolda Sulsel juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi anak-anak. Ia mempertanyakan fenomena remaja yang masih berkeliaran hingga larut malam tanpa pengawasan orang tua.
Menurutnya, banyak kasus tawuran melibatkan anak-anak dan remaja yang berada di luar rumah hingga dini hari, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat dari keluarga.
“Anak-anak jam 1, 2, 3 malam itu enggak ada di rumah? Jadi ada semacam pembiaran seperti itu,” tuturnya.
Awal juga menyayangkan masih adanya orang tua yang lebih fokus mempersoalkan penangkapan anak mereka dibanding mengevaluasi keterlibatan anak dalam aksi kekerasan.
Ia mengingatkan bahwa keterlibatan dalam tindak pidana dapat berdampak panjang terhadap masa depan anak, termasuk munculnya stigma sosial dan kesulitan memperoleh pekerjaan setelah menjalani proses hukum.
Di sisi lain, Kapolda Sulsel mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya penggunaan busur dan anak panah dalam aksi tawuran. Berdasarkan informasi yang diterimanya, senjata rakitan tersebut bahkan diperjualbelikan dengan harga relatif murah dan diproduksi oleh pengrajin tertentu.
Karena itu, ia mengaku telah memerintahkan seluruh jajaran Polda Sulsel untuk melakukan razia dan penindakan terhadap lokasi produksi maupun peredaran busur yang kerap digunakan dalam aksi kriminal jalanan.
“Sekarang sudah saya perintahkan seluruh anggota Polda Sulsel merazia tempat buat itu, busur-busur. Katanya itu dijual Rp50.000 juga. Jadi ada juga pengrajinnya rupanya. Sampai kalau itu kita tumpas nanti,” ungkapnya.
Pernyataan soal arena duel 10 lawan 10 pun langsung menjadi sorotan publik. Di satu sisi dianggap sebagai sindiran keras terhadap pelaku tawuran, namun di sisi lain menunjukkan kekesalan aparat terhadap aksi kekerasan jalanan yang terus berulang dan mengancam keamanan masyarakat. (Kusuma/Mun)
-
DUNIA19/10/2026 15:00 WIBDemo Mahasiswa dan Kenaikan Biaya Hidup Picu Kekacauan di Belgia
-
RIAU19/10/2026 17:48 WIBPolda Riau Berhasil Lakukan Pengungkapan 47 Kg Sabu di Pekanbaru
-
NUSANTARA19/10/2026 14:30 WIBDPRD DIY Tolak Gaji PNS Lewat Koperasi
-
Berita20/10/2026 07:00 WIBBahlil Bantah Kuota BBM Dipangkas
-
NASIONAL19/10/2026 14:00 WIBDua Kali Tumbang di Pengadilan, Menteri HAM Lawan Balik ke MA
-
JABODETABEK19/10/2026 19:29 WIBDua Saksi Bank Ungkap Aliran Dana Rp80 Juta dari VL ke Bangun Paulus
-
NASIONAL19/10/2026 17:00 WIBSurvei PPI: Raja Juli Dinilai Berkinerja Terburuk
-
JABODETABEK20/10/2026 06:30 WIBIni Jadwal SIM Keliling Jakarta 20 Oktober